Proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibra) Kabupaten Dompu tahun 2026 memasuki babak akhir dengan persaingan yang semakin ketat. Sebanyak 37 peserta yang tersisa akan menjalani tahap wawancara pada Senin, 27 April 2026, untuk memperebutkan kuota 30 anggota Paskibra.

Tahapan Seleksi Ketat

Dari total 172 siswa yang mendaftar secara daring, terdiri dari 97 putra dan 75 putri, hanya 133 peserta yang berhasil memenuhi syarat administrasi awal. Sejumlah pendaftar gugur pada tahap ini karena tidak memenuhi kriteria tinggi badan atau kelengkapan dokumen yang tidak diunggah sesuai ketentuan.

Setelah melewati serangkaian tahapan seleksi yang meliputi tes tulis, Peraturan Baris Berbaris (PBB), pemeriksaan kesehatan, hingga parade, jumlah peserta terus menyusut. Kini, hanya tersisa 37 peserta, dengan rincian 23 peserta laki-laki dan 14 peserta perempuan, yang akan melaju ke tahap wawancara.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Dompu, Ardiansyah, menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan secara transparan dan sesuai mekanisme yang berlaku. Ia juga memastikan bahwa peserta perempuan menjalani pemeriksaan menyeluruh, termasuk tes kesehatan khusus.

“Tahapan seleksi sudah dilalui dengan ketat dan objektif. Kami memastikan proses ini berjalan transparan,” ujar Kepala Kesbangpol yang akrab disapa Simpe Dian ini.

Penyesuaian Formasi dan Harapan ke Provinsi

Untuk tahun ini, Kabupaten Dompu akan menetapkan 30 anggota Paskibra, yang terdiri dari 19 putra dan 11 putri. Selain itu, akan ada penambahan masing-masing dua anggota dari unsur TNI dan Polri. Namun, terdapat penyesuaian formasi pasukan dibandingkan tahun sebelumnya.

Tahun ini, hanya akan dibentuk Pasukan 17 dan Pasukan 8, sementara Pasukan 45 ditiadakan. Penyesuaian ini dilakukan karena adanya keterbatasan anggaran.

Para peserta seleksi berasal dari berbagai SMA di Kabupaten Dompu, termasuk SMAN 1 Dompu, SMAN 2 Dompu, SMAN 1 Woja, SMA Hu’u, dan SMA Kilo. Dari hasil seleksi tingkat kabupaten ini, nantinya akan dipilih dua putra dan dua putri terbaik untuk mewakili Dompu ke tingkat provinsi.

Peserta yang lolos ke tingkat provinsi harus kembali mengikuti seleksi di sana untuk bisa melaju ke tingkat nasional. “Tahun lalu hanya satu orang yang berhasil sampai ke tingkat provinsi. Harapan kami tahun ini bisa lebih banyak yang lolos,” tambah Simpe Dian.

Jika ada peserta yang berhasil lolos ke tingkat provinsi, posisi mereka di tingkat kabupaten akan digantikan oleh peserta cadangan. Pemerintah Kabupaten Dompu berharap minat siswa untuk mengikuti seleksi Paskibra terus meningkat di masa mendatang, seiring dengan komitmen penyelenggaraan seleksi yang adil dan terbuka.