Konser “HS Hey Slank – Berani Kita Beda Tour” sesi ketujuh sukses digelar di Jakabaring, Kota Palembang, Sumatera Selatan, pada Minggu (24/5). Acara ini tidak hanya menjadi panggung bagi grup musik legendaris Slank, tetapi juga momen istimewa yang penuh romantisme bagi Haji Muhammad Suryo, pemilik HS Group.

Koneksi Emosional Haji Suryo dengan Sumatera

Bagi rokok HS, Sumatera, khususnya Palembang, memiliki ikatan emosional yang kuat. Direktur Komersial HS, Tessa Arya Pradana, menjelaskan latar belakang koneksi ini saat konferensi pers pada Minggu siang.

“Owner Pak Haji Suryo lahir di Lampung, besar di Bengkulu, Beliau dari Sumatra, wong kito lah!” ujar Tessa, menegaskan akar kuat Haji Suryo di pulau tersebut. Semangat pemberdayaan yang diusung HS salah satunya diwujudkan melalui “romantisme” ini.

Sebagai bukti komitmen, HS berencana membuka pabrik di Lampung yang dijadwalkan beroperasi pada Juli mendatang. Pabrik ini diharapkan mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal, memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.

Tessa menambahkan, Sumatera merupakan pasar yang sangat penting bagi HS. Secara umum, pulau ini menduduki peringkat kedua sebagai konsumen rokok terbesar di Indonesia. Kontribusi penjualan HS dari Sumatera mencapai 25 persen, atau sekitar 135 juta batang rokok.

“Untuk perusahaan rokok yang belum dua tahun, itu signifikan sih, ini juga akhirnya kami buka pabrik di Lampung. HS rokoknya orang Sumatera, ini juga termasuk tiga bulan terakhir di Palembang penjualannya cukup baik, sehingga jadi pilihan kota ke-7 konser Hey Slank Berani Kita Beda Tour,” jelas Tessa.

Komitmen Inklusi dan Pemberdayaan Tenaga Kerja

Konsistensi HS dalam pemberdayaan pekerja secara inklusif juga menjadi semangat utama perusahaan. Hingga saat ini, HS telah menerima 120 karyawan disabilitas dan menyediakan fasilitas mess bagi mereka. Selain itu, ribuan karyawan tanpa pengalaman kerja juga telah diterima.

“Kita sama-sama tahu, mohon maaf, banyak orang masih kurang beruntung (mendapatkan kerja). Jadi ini prinsip kami, semua orang punya kesempatan yang sama!” tegas Tessa, menyoroti prinsip kesetaraan kesempatan kerja yang dipegang teguh HS.

Vokalis Slank, Akhadi Wira Satriaji atau Kaka, menyatakan antusiasme Slank dalam berkolaborasi dengan HS. Kolaborasi ini tidak hanya terbatas pada tur musik, tetapi juga mencakup upaya pemberdayaan masyarakat luas.