Sebuah kapal nelayan jenis fiber dilaporkan tenggelam di perairan Barate, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (2/5/2026) malam. Dari tujuh awak kapal, enam di antaranya berhasil diselamatkan, sementara satu nelayan lainnya masih dalam pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kupang, Mexianus Bakabel, mengonfirmasi insiden tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 Wita. Ia menyatakan bahwa upaya pencarian terhadap korban yang hilang terus dilakukan.
“Upaya pencarian terhadap satu korban yang masih hilang terus dilakukan melalui penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Namun hingga sore ini belum membuahkan hasil,” ujar Mexianus pada Minggu (3/5/2026).
Korban yang masih dalam pencarian diidentifikasi sebagai Adrianus Adonis (46), warga Kelurahan Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang. Sementara itu, enam nelayan yang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat adalah Mulianto Tabais (35), Hendrik Adonis (46), Tonci Kapitan (51), Nugroho I. Ledo (42), Rahmad Ilahi (46), dan Yandres H. Tulle (38).
Laporan mengenai kecelakaan laut ini diterima Kantor SAR Kupang pada Minggu (3/5/2026) pukul 03.30 Wita dari Dwi, istri salah satu korban. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim rescue Kantor SAR Kupang segera bergerak menuju lokasi pada pukul 03.55 Wita menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) dari Pelabuhan Navigasi Kupang.
Setibanya di lokasi sekitar pukul 05.30 Wita, tim SAR menerima informasi bahwa satu nelayan telah lebih dahulu diselamatkan oleh nelayan lain yang melintas pada pukul 03.05 Wita. Tim SAR kemudian melanjutkan penyisiran dan berhasil menemukan lima korban lainnya pada pukul 06.20 Wita dalam kondisi selamat.
Operasi SAR saat ini difokuskan pada koordinat di sekitar perairan Barate, melibatkan personel penyelamat dan bantuan dari nelayan setempat. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap kondisi cuaca saat melaut.
Hingga Senin (4/5/2026) pagi, tim SAR masih bersiaga dan terus memperluas area pencarian guna menemukan Adrianus Adonis yang masih hilang di perairan Kupang Barat.
