Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, mengintensifkan patroli dan razia menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Langkah ini diambil untuk mencegah potensi perang petasan serta menertibkan warung makan yang beroperasi pada siang hari selama bulan suci Ramadhan.
Kepala Satpol PP Kabupaten Lombok Tengah, Zaenal Mustakim, menyatakan bahwa peningkatan patroli dilakukan secara menyeluruh. “Patroli kami tingkatkan baik itu pagi, siang dan malam hari,” ujar Zaenal di Praya pada Senin, 16 Maret 2026.
Dalam patroli tersebut, petugas tidak hanya menyasar penjual petasan, tetapi juga melakukan razia terhadap warung makan yang nekat buka di siang hari. Selain itu, pengamanan juga ditingkatkan di area keramaian seperti pertokoan di Kota Praya dan lokasi pengajian di masjid.
Zaenal mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyita sejumlah besar petasan dari berbagai titik razia. “Di beberapa titik razia kami juga melakukan penyitaan petasan dan jumlahnya cukup banyak yang disita,” tambahnya.
Selama bulan Ramadhan ini, Satpol PP telah menertibkan empat titik warung makan yang melanggar aturan dengan berjualan pada siang hari. “Di situ juga ditemukan warga sedang makan atau tidak berpuasa sehingga diberikan pembinaan,” jelas Zaenal.
Pemerintah daerah setempat sebelumnya telah menerbitkan surat edaran (SE) yang mengatur berbagai larangan selama Ramadhan 2026, termasuk larangan membuka warung makan pada siang hari dan membunyikan petasan.
Zaenal menegaskan tidak akan ada toleransi bagi pelanggar. “Jadi sekarang tidak ada toleransi bagi warung-warung ini, kalau nekat membuka di siang bolong maka tentu kami akan melakukan tindakan tegas,” katanya.
Larangan membunyikan petasan juga berlaku saat masyarakat melaksanakan ibadah seperti sholat tarawih. “Termasuk kegiatan perang mercon yang biasanya terjadi pada pagi hari, kami himbau untuk tidak dilakukan terutama di jalur-jalur ramai. Sebab hal itu sangat membahayakan pengguna jalan,” pungkasnya.
Zaenal Mustakim mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah. Ia sangat mengharapkan peran serta orang tua dalam meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka, guna mencegah terjadinya perang petasan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. “Pengawasan orang tua juga sangat kami harapkan dalam mencegah perang petasan ini,” tegasnya.
