Satuan Lapangan (Satlap) Tri Cakti bersama Tim Intelrem 045/Gaya berhasil menggagalkan upaya penyelundupan timah ilegal seberat 1,2 ton di Pelabuhan Tanjung Kalian, Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, pada Jumat (1/5).
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan tiga terduga pelaku, termasuk seorang oknum anggota TNI. Selain itu, satu unit kendaraan jenis Innova Reborn bernomor polisi B 1320 ZM juga turut disita sebagai barang bukti.
Kabagpen Satlap Tri Cakti, Letkol Cke Angga Nugraha, mengonfirmasi bahwa pengungkapan ini merupakan bagian dari operasi pengamanan rutin atau patroli di kawasan pelabuhan. “Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan satu unit kendaraan jenis Innova Reborn bernomor polisi B 1320 ZM serta tiga orang terduga pelaku,” ungkap Letkol Angga pada Sabtu (2/5).
Kronologi penangkapan bermula saat anggota Pos Selindung dan Pos Belo Laut bersama Tim Intelrem 045/Gaya melakukan pengawasan terhadap kendaraan yang akan menyeberang menuju Pelabuhan Tanjung Api-Api, Palembang. Petugas mencurigai mobil Innova Reborn tersebut karena tampak mengangkut beban sangat berat di bagian depan dan belakang.
Setelah dilakukan penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa:
- 61 keping timah balok
- Satu karung bongkahan timah
Total berat keseluruhan timah yang disita mencapai 1.294 Kg. Tiga orang yang berada di dalam kendaraan langsung diamankan, yaitu AHAI (oknum anggota Korem 045/Gaya), RA (mahasiswa asal Palembang), dan KRH (mahasiswi asal Kabupaten Bangka).
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, para pelaku berencana membawa barang tambang ilegal tersebut menuju ibu kota dengan rute lintas provinsi. “Hasil Pemeriksaan sementara dari keterangan terduga pelaku, aksi penyelundupan ini dilakukan dengan menggunakan rute Pelabuhan Tanjung Kalian menuju Tanjung Api-Api, kemudian melalui Pelabuhan Bakauheni – Merak, dengan tujuan akhir Jakarta,” jelas Angga.
Timah ilegal tersebut diketahui berasal dari masyarakat di wilayah Bangka Selatan dan Bangka Tengah. Kepada petugas, para pelaku mengaku menjalankan usaha ini secara mandiri dengan modal pribadi dan keluarga.
Pihak Satlap Tri Cakti bersama Staf Intelrem 045/Gaya saat ini tengah melakukan pendalaman kasus guna mengungkap asal-usul timah serta jaringan penyelundupan yang lebih luas. Satlap Tri Cakti dan Korem 045/Gaya menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengawasan di seluruh pintu keluar-masuk pelabuhan.
Langkah strategis ini diambil guna menekan praktik penambangan dan perdagangan sumber daya alam ilegal yang merugikan keuangan negara serta merusak tata kelola sektor pertambangan nasional.
