Marc Marquez berhasil meraih kemenangan dramatis pada sesi sprint race MotoGP Spanyol di Circuito de Jerez – Ángel Nieto, Sabtu (25/4/2026). Kemenangan ini didapat setelah ia bangkit dari insiden jatuh lima lap menjelang finis, sebuah titik balik yang justru mengantarkannya ke podium tertinggi.

Sebelumnya, pebalap dari Ducati Lenovo Team ini berhasil mengamankan posisi pole pada sesi kualifikasi pagi hari. Namun, kondisi lintasan berubah drastis dari lembap menjadi sangat basah akibat hujan yang semakin deras saat balapan berlangsung. Dalam situasi menantang tersebut, Marquez masih bertahan menggunakan ban slick saat berada di posisi kedua.

Kesalahan Membaca Kondisi Trek dan Keputusan Krusial

Keputusan Marquez untuk bertahan dengan ban slick berujung pada kesalahan fatal. Ia kehilangan kendali dan terjatuh di tikungan terakhir. Marquez mengakui dirinya terlambat mengambil keputusan untuk masuk pit dan mengganti motor. Ia menilai, “bertahan satu lap terlalu lama dengan ban slick di trek yang sudah basah adalah kekeliruan.”

Menurut Marquez, banyak pebalap melakukan penilaian serupa karena balapan hanya menyisakan beberapa lap. “Perubahan intensitas hujan yang sangat cepat membuat risiko meningkat drastis,” ujarnya. Ia bahkan teringat kesalahan serupa yang pernah dialaminya pada MotoGP Aragon 2014, ketika terjatuh akibat bertahan dengan ban slick di lintasan yang makin basah.

Alih-alih panik, Marquez mengambil keputusan tenang usai terjatuh. Ia menunggu di area run-off hingga rombongan pebalap melintas sebelum berjalan menuju pitlane untuk mengganti motor. Lokasi kecelakaan di tikungan terakhir menjadi faktor penentu. Jika ia terjatuh di tikungan awal, peluang kembali ke pitlane dan melanjutkan balapan hampir mustahil. Saat mengangkat motornya, Marquez menyadari setang mengalami kerusakan sehingga tidak memungkinkan untuk melanjutkan balapan dengan motor tersebut.

Bangkit dari Pitlane, Rebut Pimpinan

Dari pitlane, Marquez kembali ke lintasan menggunakan motor kedua yang telah memakai ban basah. Ia kembali ke balapan di posisi ketiga. Tak lama kemudian, ia berhasil menyalip rekan setimnya, Francesco Bagnaia. Di saat yang sama, Brad Binder terjatuh di trek licin, menambah dramatisnya balapan.

Kombinasi insiden dan momentum tersebut membuat Marquez memimpin balapan hingga finis dengan keunggulan lebih dari tiga detik. Marquez menyebut insiden ini sebagai contoh bagaimana balapan flag-to-flag menuntut keputusan cepat dalam hitungan detik. “Kesalahan membaca kondisi trek memang terjadi, tetapi respons setelah terjatuh menjadi kunci,” tegasnya.

Sprint race di Jerez ini pun menjadi salah satu kemenangan paling tidak biasa dalam karier juara dunia delapan kali itu—sebuah perpaduan antara strategi, refleks cepat, dan sedikit keberuntungan di momen krusial.