Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, mengajak seluruh lintas sektor untuk melakukan penanganan stunting secara terpadu. Langkah ini diambil menyusul masih tingginya angka prevalensi stunting di daerah tersebut.

Bupati Donggala Tekankan Penanganan Terpadu

Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam upaya penurunan stunting. “Jadi penanganan stunting harus dikerjakan secara bersama-sama mulai dari pelayanan kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, akses air bersih serta sanitasi hingga penguatan peran keluarga dan edukasi masyarakat,” ujar Vera Elena Laruni di Banawa, Jumat (13/3/2026).

Ia juga menyoroti peran penting kegiatan pra-musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tematik stunting. Menurutnya, kegiatan ini krusial untuk memperkuat koordinasi antar-perangkat daerah dan memastikan program yang direncanakan tepat sasaran.

“Tentunya persoalan stunting ini harus menjadi perhatian seluruh pihak karena memang berdampak langsung pada kualitas generasi mendatang,” tambahnya.

Target Penurunan Stunting dan Apresiasi Kecamatan Berprestasi

Pemerintah Kabupaten Donggala telah menetapkan target ambisius untuk menurunkan prevalensi stunting. Target prevalensi stunting di Donggala pada tahun 2026 ditetapkan sebesar 24,3 persen. Saat ini, capaian angka stunting masih berada di angka 29,6 persen.

Vera Elena Laruni menjelaskan, pemerintah daerah juga menargetkan prevalensi stunting turun menjadi 23,8 persen pada tahun 2027.

Sebagai bentuk apresiasi, Bupati Donggala Vera Elena Laruni memberikan penghargaan kepada Camat Tanantovea. Kecamatan ini berhasil menurunkan kasus stunting pada tahun 2025. Selain Tanantovea, sejumlah kecamatan lain di Donggala juga berhasil menekan angka stunting selama tahun 2025, antara lain Sojol dan Sindue Tobata.