Yayasan Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan Rumah Kreatif Nekno dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyelenggarakan pelatihan pembuatan kue kering gluten free dan rendah kalori bagi 95 ibu rumah tangga di Kabupaten Kerinci, Jambi. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (13/2) ini bertujuan mendorong kemandirian ekonomi perempuan serta membuka peluang usaha rumahan.

Sandiaga Uno Soroti Peluang Usaha dan Jejaring UMKM

Founder YIS, Sandiaga Salahuddin Uno, menjelaskan bahwa program ini diikuti oleh 95 peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kerinci. “Pelatihan ini bertujuan membuka peluang usaha rumahan melalui produk makanan berupa kue kering gluten free dan rendah kalori. Selain itu, para peserta juga dibekali keterampilan membuat produk makanan yang saat ini tengah diminati pasar,” ujar Sandiaga dalam keterangan tertulis pada Senin (16/2).

Ia menambahkan, aspek terpenting dari kegiatan ini adalah membangun jejaring pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna mendorong penjualan berkelanjutan serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Pemerintah Kerinci Dukung Inovasi Pangan Lokal dan Ekonomi Kreatif

Hal senada disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Kerinci, Zainal Efendi. Menurut dia, lokakarya tersebut bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan langkah konkret dalam menjawab tantangan kesehatan, ketahanan pangan, dan penguatan ekonomi masyarakat.

“Ketahanan pangan saat ini tidak hanya soal ketersediaan, tetapi juga kualitas, keamanan, nilai gizi, dan keberlanjutan. Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat turut mendorong kebutuhan produk gluten free dan rendah kalori,” kata Zainal.

Ia menambahkan, sektor ekonomi kreatif memiliki peran strategis dalam mengolah bahan pangan lokal seperti jagung dan umbi-umbian menjadi produk bernilai tambah tinggi. Melalui lokakarya ini, diharapkan lahir produk inovatif yang sehat, wirausaha baru di bidang pangan sehat, serta jejaring kolaborasi antar pelaku usaha dan pemangku kepentingan.

Pemerintah Kabupaten Kerinci, lanjutnya, berkomitmen mendukung penguatan sektor pangan dan ekonomi kreatif agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas. “Saya berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar, berkolaborasi, dan terus berinovasi demi meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tutupnya.