Menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2557, pengurus Klenteng Tjoe Tik Kiong di Tulungagung, Jawa Timur, menggelar ritual penggantian baju Dewa Mak Co dan dewa-dewa lainnya. Prosesi sakral ini dilakukan secara turun-temurun sebagai bagian dari tradisi jelang pergantian tahun.
Ritual Sakral Penggantian Baju Dewa
Baju dewa yang semula berwarna kuning kini diganti dengan warna merah, yang merupakan warna khas Imlek. Perubahan warna ini memiliki makna mendalam bagi warga etnis Tionghoa.
Bioma Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung, Tjio Jing Jing, menjelaskan bahwa Dewa Mak Co merupakan dewa utama di klenteng tersebut, sehingga mendapatkan perlakuan khusus. “Hari ini kami melakukan ritual penggantian baju Dewa Mak Co. Dari semula menggunakan baju warna kuning, sekarang diganti dengan baju warna merah,” ujarnya pada Minggu (15/2/2026).
Selama prosesi penggantian baju Dewa Mak Co, tidak semua orang diizinkan memasuki ruangan. Hanya perempuan lajang atau janda yang diperbolehkan melaksanakan ritual sakral ini.
Makna Warna Merah dan Tahun Kuda Api
Selain Dewa Mak Co, penggantian baju juga dilakukan untuk sembilan dewa lainnya di klenteng tersebut. Warna merah dipilih karena melambangkan kebahagiaan.
Jing Jing menambahkan, “Ketika Imlek kami memang harus menggunakan baju berwarna merah, karena merah itu memiliki makna kebahagiaan.”
Dewa Mak Co akan mengenakan baju berwarna merah hingga perayaan Senjit Mak Co atau peringatan hari ulang tahunnya. Pada momen tersebut, pengurus klenteng akan kembali mengganti baju dewa dengan warna kuning.
Tahun 2026 ini dikenal sebagai Tahun Kuda Api, yang melambangkan kekuatan, semangat juang, optimisme, dan kemakmuran. Namun, tahun ini juga dipercaya akan banyak orang yang mudah emosi.
Oleh karena itu, Jing Jing mengingatkan pentingnya kesabaran. “Makanya kita pada tahun kuda api, harus berusaha bersabar dan tenang. Jangan gegabah dalam memutuskan tindakan,” pungkasnya.
