Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mendesak Polda Metro Jaya untuk mengintensifkan patroli dan razia guna mencegah maraknya balapan liar di seluruh wilayah DKI Jakarta. Penekanan khusus diberikan pada akhir bulan Ramadhan 1447 Hijriah/2026, mengingat laporan masyarakat yang semakin meningkat.
Menurut Sahroni, patroli rutin ini sangat krusial untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait balapan liar serta konvoi motor yang menggunakan knalpot brong. “Saya minta Polda Metro Jaya menginstruksikan seluruh Polres di Jakarta agar lebih rutin menggelar patroli dan razia di malam terakhir Ramadhan ini,” kata Sahroni di Jakarta, Senin (16/3/2026).
Permintaan tersebut juga didasari oleh hasil operasi yang dilakukan Polda Metro Jaya pada Minggu (15/3/2026). Dalam operasi tersebut, petugas menjaring sejumlah remaja yang melakukan konvoi sepeda motor sambil menyalakan petasan di jalan raya, yang jelas mengganggu ketertiban umum.
Petugas berhasil menyita puluhan petasan serta atribut bendera yang dibawa oleh para pelaku konvoi dan balapan liar. Penindakan ini dilakukan di beberapa titik strategis di Jakarta, menunjukkan urgensi masalah tersebut.
“Laporan dari masyarakat makin banyak soal balapan liar, konvoi motor sampai knalpot berisik yang sangat meresahkan. Kasihan juga masyarakat dan rumah ibadah, seperti masjid, yang berada persis di pinggir jalan. Jadi enggak bisa khusyuk ibadah malamnya,” ujarnya.
Sahroni menegaskan bahwa situasi ini perlu segera ditertibkan. Selain membahayakan keselamatan para pelaku dan pengguna jalan lainnya, aktivitas tersebut juga sangat mengganggu ketertiban masyarakat, terutama di sepuluh malam terakhir Ramadhan.
“Apalagi kita sedang masuk sepuluh malam terakhir Ramadhan, di mana banyak umat Muslim menjalankan ibadah malam,” tutur Sahroni. Ia menambahkan, jika jalanan dipakai untuk trek-trekan atau konvoi sambil menyalakan petasan, hal itu tentu sangat mengganggu dan membahayakan.
“Jadi, menurut saya polisi perlu lebih tegas menertibkan, karena aksi seperti ini jelas lebih banyak mudaratnya,” ucap Sahroni, menekankan pentingnya tindakan tegas dari aparat kepolisian.
