Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, memastikan kecukupan ternak untuk kebutuhan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 2026 yang diperkirakan jatuh pada 27 Mei mendatang. Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, meninjau langsung kesiapan di Kelompok Ternak Karya Tunggak Padukuhan Nyamplung dan Pasar Hewan Ambarketawang pada Selasa (5/5).

Ketersediaan dan Potensi Kekurangan Hewan Kurban

Danang Maharsa menjelaskan, untuk kurban tahun 2026 ini, Sleman memiliki ketersediaan sapi sebanyak 3.854 ekor, kambing 4.002 ekor, dan domba 7.811 ekor. Namun, estimasi kebutuhan ternak kurban menunjukkan adanya kesenjangan.

Kebutuhan sapi diperkirakan mencapai 9.235 ekor, sehingga masih kurang 5.381 ekor. Sementara itu, kebutuhan kambing sekitar 3.050 ekor, yang berarti sudah kelebihan 952 ekor. Untuk domba, estimasi kebutuhan adalah 15.750 ekor, sehingga masih kurang 7.939 ekor.

“Memang masih ada kesenjangan antara ketersediaan dan kekurangan, namun biasanya akan masuk ternak kurban dari daerah-daerah di sekitar Sleman,” ujar Danang pada Selasa (5/5).

Berdasarkan hasil pemantauan, Danang juga menyampaikan adanya kenaikan harga hewan kurban yang berkisar antara Rp1.000.000 hingga Rp2.000.000. Meskipun demikian, jumlah ternak yang tersedia juga mengalami peningkatan sekitar 10% menjelang Iduladha.

Langkah Pencegahan Penyakit Hewan

Terkait kesehatan hewan kurban, Danang memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan telah melakukan pemantauan dan kerja sama dengan petugas Puskeswan setempat. Langkah-langkah yang diambil meliputi pemberian vaksin dan pemeriksaan fisik hewan kurban.

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mencegah kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta penyakit Antraks. “Insya Allah untuk sapi aman. Tapi karena hewan kurban ini juga ada pendatangan sapi dari luar daerah, ini yang harus kita pantau terus,” tambahnya.

Plt. Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman, Rofiq Andriyanto, menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan pencegahan antraks dengan pemberian vaksin. Vaksinasi ini difokuskan pada hewan kurban di wilayah perbatasan dengan Gunungkidul, khususnya di Kalurahan Gayamharjo dan Kalurahan Sambirejo Kapanewon Prambanan.

“Kalau untuk vaksinasi PMK kita ulang 6 bulan sekali. Secara umum pencegahan kita juga dengan menyemprot truk dan sapi ketika masuk ke pasar hewan, kemudian pemeriksaan hewan ketika masuk juga wajib dilakukan,” papar Rofiq.

Imbauan Penggunaan Kemasan Ramah Lingkungan

Selain aspek ketersediaan dan kesehatan, Wakil Bupati Danang Maharsa juga mengajak masyarakat, khususnya panitia kurban, untuk mengganti penggunaan plastik dengan besek atau anyaman bambu sebagai kemasan daging kurban. Ia berharap, langkah ini dapat berkontribusi pada pengurangan masalah sampah di Kabupaten Sleman.

Kabupaten Sleman sendiri memiliki 197 pengrajin anyaman bambu yang siap menyuplai kebutuhan kemasan besek. “Monggo kita gunakan besek sebagai bentuk kepedulian kita menjaga lingkungan Kabupaten Sleman agar semakin nyaman,” pungkas Danang.