Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, pada Sabtu (4/4/2026) mengecam keras serangan baru terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr di Iran. Moskow menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden yang dilaporkan terjadi pada 4 April tersebut, yang juga menyebabkan korban jiwa.

Rusia Prihatin dan Mengecam Keras

Zakharova menegaskan bahwa Rusia sedang mempelajari informasi terkait serangan rudal baru tersebut. “Kami semakin prihatin dengan laporan serangan rudal baru terhadap PLTN Bushehr pada 4 April. Kami tengah mempelajari informasi yang masuk mengenai masalah ini. Kami mengecam keras aksi kejam yang menyebabkan korban jiwa ini,” kata Zakharova, seperti dikutip oleh kementerian tersebut.

Sebelumnya, Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) mengumumkan bahwa lokasi PLTN Bushehr diserang oleh Amerika Serikat dan Israel. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan salah satu karyawan fasilitas nuklir tersebut.

Desakan untuk Menghentikan Serangan

Menyikapi situasi yang memanas, Zakharova mendesak agar serangan terhadap fasilitas nuklir Iran, termasuk PLTN Bushehr, segera dihentikan. Hal ini, menurutnya, penting untuk “mencegah hal terburuk” yang mungkin terjadi.

Ia juga menambahkan bahwa pihak Rusia telah melakukan segala upaya untuk menarik perhatian komunitas internasional dan publik global. Tujuannya adalah untuk menyoroti fakta bahwa “situasi di PLTN Bushehr semakin berbahaya.”

Insiden ini menambah daftar panjang ketegangan di kawasan, dengan fasilitas nuklir menjadi target serangan yang berpotensi menimbulkan dampak serius.