Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menggelar peringatan Nuzulul Quran 1447 Hijriah. Kegiatan ini ditekankan sebagai sarana memperkuat nilai keimanan sekaligus mempererat kebersamaan di lingkungan pemerintah daerah.
Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana hadir langsung dalam acara yang berlangsung di aula lantai tiga Kantor Wali Kota Mataram pada Senin. Ratusan pejabat, jajaran TP PKK, Dharmawanita, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Mataram turut mengikuti kegiatan tersebut.
Nuzulul Quran: Refleksi Spiritual dan Penguatan Iman
Dalam sambutannya, Wali Kota Mohan Roliskana menyatakan bahwa peringatan Nuzulul Quran menjadi ruang refleksi spiritual di tengah padatnya aktivitas pemerintahan selama bulan suci Ramadhan.
“Nuzulul Quran tidak sekadar kegiatan seremonial tahunan, tetapi harus dimaknai sebagai sarana memperkuat nilai keimanan sekaligus mempererat kebersamaan di lingkungan pemerintah daerah,” tegas Mohan.
Ia menambahkan, peringatan Nuzulul Quran merupakan bagian tradisi yang dilaksanakan bukan semata-mata untuk menggugurkan kewajiban. Namun, agar seluruh umat Muslim dapat mengambil pemaknaan dan hikmah dari peringatan turunnya Al-Quran.
Mohan juga menyoroti bahwa bulan Ramadhan telah memasuki pertengahan waktu. Ia melihat ini sebagai kesempatan besar bagi umat Islam untuk semakin meningkatkan kualitas ibadah.
“Sekarang kita sudah melewati setengah perjalanan Ramadhan. Sisa waktu ini menjadi kesempatan yang besar keberkahannya bagi kita semua untuk melaksanakan ibadah puasa sebaik-baiknya,” ujarnya.
Jaga Keharmonisan dan Bijak Bermedia Sosial
Wali Kota mengingatkan bahwa aktivitas masyarakat pada pertengahan hingga akhir Ramadhan cenderung meningkat, baik dalam kegiatan sosial maupun ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan kedewasaan dalam menyikapi dinamika sosial yang terjadi di tengah masyarakat.
Selain itu, Mohan menekankan pentingnya menjaga keharmonisan dan kekompakan di lingkungan Pemerintah Kota Mataram. Hal ini disebutnya sebagai modal utama dalam membangun kepercayaan publik.
“Modal kita untuk membangun dan menjaga kepercayaan masyarakat adalah kebersamaan. Karena itu saya berpesan, tetap jaga kekompakan, jaga harmonisasi, dan jangan sampai ada yang terbelah-belah,” pesannya.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota juga mengingatkan aparatur pemerintah untuk bijak dalam menggunakan media sosial. Ia meminta agar ASN tidak mudah terpengaruh oleh arus informasi yang belum tentu benar.
“Kita harus mampu mengendalikan diri dalam menerima dan menyebarkan informasi. Kadang-kadang hal yang faktual justru diputarbalikkan sehingga kita sulit membedakan mana yang benar dan mana yang tidak,” pungkasnya.
Peringatan Nuzulul Quran di lingkungan Pemerintah Kota Mataram ini diisi dengan tausyah keagamaan yang mengangkat hikmah turunnya Al-Quran sebagai pedoman hidup umat manusia. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh aparatur pemerintah dapat memperkuat nilai spiritual, menjaga etika dalam kehidupan sosial, serta terus menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
