Rudy Golden Boy kembali mengukuhkan dominasinya atas Paris Pernandes setelah meraih kemenangan mutlak (unanimous decision) dalam laga utama HSS 7 yang berlangsung sengit di W Super Club Gatsu, Jakarta, Sabtu (7/2) malam. Hasil ini menandai kemenangan kedua Rudy atas rivalnya tersebut.
Kemenangan ini memperpanjang rekor CEO Bakuhantam itu menjadi 2-0 atas Paris Pernandes, CEO HSS. Pertarungan kelas welterweight kickboxing ini merupakan kelanjutan dari duel pertama di HSS 6 yang dimenangi Rudy dengan aturan tinju. Kali ini, Paris harus keluar dari zona nyamannya untuk bertarung di disiplin kickboxing, area yang lebih dikuasai Rudy dengan rekor profesional 8-2.
Bertarung di disiplin yang lebih dikuasainya, Rudy Golden Boy, yang berada di sudut merah, langsung mengambil inisiatif di ronde pertama. Meskipun sempat terjadi gerakan ilegal tak disengaja yang membuat Paris terduduk, Rudy berhasil menguasai jalannya ronde awal.
Tekad Paris untuk membalas kekalahan sebelumnya mulai terlihat jelas di ronde kedua dan ketiga. Ia menunjukkan keberanian untuk meladeni pertukaran tendangan dan bahkan berhasil mendaratkan hook kanan yang telak di ronde keempat.
Namun, pengalaman dan ketajaman Rudy sebagai legenda kickboxing kembali berbicara. Menjelang akhir ronde keempat, serangan telaknya berhasil menjatuhkan Paris, memaksa wasit melakukan hitungan. Paris berhasil bangkit dan bertahan, namun momentum telah sepenuhnya berpihak pada Rudy.
Di ronde penentu, meski sempat mendapat potongan poin akibat gerakan ilegal lainnya, Rudy berhasil mengamankan jalannya pertandingan hingga bel akhir berbunyi. Dewan juri pun sepakat memenangkan Rudy Golden Boy dengan skor telak 50-47, 50-47, dan 49-45.
Kemenangan unanimous decision ini mengukuhkan Rudy sebagai petarung yang unggul dalam dua disiplin berbeda atas lawan yang sama. Banyak netizen menilai laga “Jilid 2” ini jauh lebih garang dan penuh perlawanan dibandingkan partai pertama, menunjukkan peningkatan signifikan dari Paris yang berani bertarung di aturan kickboxing.
Meski demikian, Rudy tetap membuktikan dirinya sebagai maestro dengan timing dan kekuatan yang menentukan, bahkan dengan cedera otot yang dialaminya sejak ronde kedua.
Meski meraih kemenangan kedua, Rudy Golden Boy menunjukkan sikap sportif yang tinggi. Ia menyatakan respeknya kepada Paris Pernandes dan bahkan mempersembahkan sabuk juaranya kepada sang rival, sebagai apresiasi atas kontribusi mereka bersama dalam meningkatkan level olahraga tarung di Indonesia.
Duel ini dinilai sukses memenuhi ekspektasi penggemar yang sebelumnya sempat kecewa dengan “duel pertama yang kurang gereget”. Paris Pernandes membuktikan dirinya sebagai rival tangguh, sementara Rudy Golden Boy menegaskan statusnya sebagai pejuang yang sulit ditaklukkan.
