Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syarifah Ambami Rato Ebuh (Syamrabu) Bangkalan, Madura, memperkuat layanan unit dialisisnya dengan mengoperasikan 21 mesin hemodialisa baru. Langkah ini diambil menyusul lonjakan signifikan pasien gangguan ginjal kronis (GGK) di wilayah tersebut, yang dipicu oleh tingginya kasus hipertensi, diabetes, serta pola hidup tidak sehat.
Sebelumnya, RSUD Syamrabu hanya memiliki 14 unit mesin cuci darah, menyebabkan antrean panjang bagi pasien yang membutuhkan tindakan hemodialisa. Setiap proses cuci darah memakan waktu sekitar lima jam per mesin.
Penanggung Jawab Unit Dialysis RSUD Syamrabu, Rosida Fajariya, mengungkapkan bahwa sebelumnya, “Hanya untuk Senin dan Kamis, kami operasikan mesin selama tiga sif, di mana satu sif melayani 20 pasien. Jadi kalau sampai sif sore bisa layani 60 pasien cuci darah,” ujar Rosida yang juga Spesialis Penyakit Dalam, Konsultasi Ginjal, dan Hipertensi itu.
Penambahan Kapasitas dan Peresmian
Pada Senin, 25 Mei 2026, 21 mesin baru tersebut resmi dioperasikan. Peresmian Ruang Hemodialisa di Gedung B Lantai II Unit Dialysis RSUD Syamrabu ini dihadiri langsung oleh Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, serta Regional Manager Tawada Healthcare, Joko Waloya, selaku pemasok peralatan.
Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menyoroti urgensi penambahan fasilitas ini. “Ini saja sudah 26 pasien yang antre, belum tertangani cuci darah,” tegas Lukman, menunjukkan betapa krusialnya peningkatan kapasitas layanan.
Dengan penambahan mesin ini, unit dialisis RSUD Syamrabu kini terbagi dalam dua sif setiap harinya, kecuali pada Senin dan Kamis yang tetap beroperasi hingga tiga sif untuk mengakomodasi jumlah pasien yang lebih banyak.
Regional Manager Tawada Healthcare, Joko Waloya, menyatakan harapannya agar kehadiran ruang hemodialisa ini dapat “memberikan akses pelayanan kesehatan yang lebih optimal, nyaman, dan berkualitas bagi masyarakat Madura.” Ia menambahkan bahwa ini adalah “kesempatan kedua kami di Madura, sebelumnya kami bekerja sama dengan RSUD dr Mohammad Zyn Kabupaten Sampang yang sudah berjalan sekitar 3 tahun lalu. Sementara di Jawa Timur, kami sudah hadir di RSUD Jombang, Kertosono, Mojokerto serta Blitar.”
Kerja sama antara RSUD Syamrabu dan Tawada Healthcare berlangsung selama lima tahun. Dalam skema ini, pihak rumah sakit hanya perlu menyediakan bahan habis pakai yang dibutuhkan pasien, sementara peralatan disediakan oleh Tawada Healthcare.
