PARIS – Grand Slam kedua tahun ini, Roland Garros 2026, menjadi saksi bergugurannya sejumlah petenis unggulan di sektor tunggal putri. Kejutan besar terjadi setelah beberapa nama top harus angkat koper lebih awal, termasuk juara bertahan.
Petenis nomor dua dunia, Elena Rybakina, menjadi salah satu korban pertama yang kandas di babak kedua. Rentetan kejutan berlanjut di babak ketiga atau 32 besar pada Sabtu (30/5) malam WIB, ketika Amanda Anisimova (unggulan keenam) dan juara bertahan Coco Gauff juga harus mengakui keunggulan lawan-lawannya.
Amanda Anisimova takluk di tangan petenis tuan rumah yang menempati peringkat 92 dunia, Diane Parry. Pertarungan sengit berakhir dengan skor 3-6, 6-4, 6(3)-7(10) untuk kemenangan Parry.
Sementara itu, Coco Gauff, sang juara bertahan, harus menyerah dari petenis Austria peringkat 30 dunia, Anastasia Potapova. Gauff kalah dalam tiga set dengan skor 6-4, 6(1)-7(7), 4-6.
Usai pertandingan yang dramatis, Anastasia Potapova mengungkapkan perasaannya. “Ya, saya belum bisa banyak bicara. Saya sangat bahagia dengan semangat juang yang kami tunjukkan berdua,” ujar Potapova.
Potapova juga memberikan pujian kepada lawannya. “Coco adalah juara sejati. Saya sangat menghormatinya, dan ya, saya juga sangat bangga pada diri saya sendiri karena saya bertahan, berjuang hingga poin terakhir, dan inilah saya,” imbuhnya, menggambarkan perjuangannya di lapangan.
Rentetan kekalahan para unggulan ini menjadikan Roland Garros 2026 sebagai turnamen yang penuh kejutan dan sulit diprediksi, terutama di sektor putri.
