Ribuan umat Muslim di Kota Palu memadati Lapangan Vatulemo untuk menunaikan salat Idul Fitri 1447 Hijriah pada Sabtu pagi, 21 Maret 2026. Jemaah mulai berdatangan sejak pukul 06.20 Wita, memenuhi lapangan dengan sajadah dan mengumandangkan takbir.

Salat Id dimulai tepat pukul 07.00 Wita, dengan Ali bin Hasan Al Jufri bertindak sebagai khatib. Dalam ceramahnya, Ali menyampaikan refleksi mendalam mengenai perpisahan dengan bulan suci Ramadhan.

Refleksi Perpisahan Ramadhan dan Bekal Setelahnya

“Bagi orang yang merasakan kepergian bulan suci Ramadhan, dia akan bersedih dan merasakan sesuatu yang hilang dalam dirinya. Hal ini karena tidak ada jaminan bagi kita sekalian, apakah kita bisa bertemu kembali dengan bulan Ramadhan pada tahun yang akan datang atau hanya pada tahun ini saja,” ujar Ali.

Ali bin Hasan Al Jufri menguraikan empat poin penting sebagai bekal umat Islam setelah Ramadhan. Pertama, Allah SWT tidak memerintahkan ibadah puasa kecuali agar manusia dapat menambah amal ibadahnya. Ia menekankan bahwa setiap amal ibadah yang dilakukan di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah.

Kedua, puasa melatih manusia untuk berlaku jujur, baik kepada diri sendiri, orang lain, maupun kepada Allah SWT. Meskipun tidak ada yang mengetahui apa yang dilakukan saat berpuasa, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, termasuk kedipan mata dan lintasan hati manusia.

Ketiga, puasa mengajarkan manusia agar mampu mengatur kehidupan sehari-hari, tidak berlaku boros, serta mampu mengatur waktu dengan disiplin. Ali menegaskan, “Ramadhan mengajarkan kita untuk mengatur waktu, mengendalikan diri, dan tidak boros. Allah menyukai hamba yang mampu mengatur kehidupannya dengan baik dan tidak menyukai pemborosan.”

Namun, ia juga menyoroti ironi bahwa pengeluaran selama Ramadhan sering kali lebih besar dibandingkan bulan lainnya, menunjukkan bahwa sebagian masyarakat belum mampu mengelola keuangan dengan baik.

Keempat, puasa menumbuhkan rasa solidaritas dan kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada mereka yang kurang beruntung. Rasa lapar dan haus menjadi bagian dari ujian keimanan, agar manusia menyadari keberadaan saudara-saudara yang memerlukan makanan dan bantuan.

Ali juga mengingatkan pentingnya menunaikan zakat fitrah dan zakat mal sebagai bagian dari kesempurnaan ibadah Ramadhan. Ia mengajak seluruh jemaah untuk mempertahankan ketakwaan dan ketaatan setelah Ramadhan, serta berharap agar seluruh amal ibadah diterima dan dosa diampuni oleh Allah SWT.