Filipina mendorong dokumen deklarasi para pemimpin ASEAN mengenai kerja sama maritim untuk dipertimbangkan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina, yang berlangsung pekan ini. Dokumen tersebut menekankan komitmen kawasan untuk memajukan kerja sama maritim melalui inisiatif konkret.
Juru Bicara ASEAN, Dominic Xavier Imperial, pada Kamis (7/5/2026) di Jakarta, menjelaskan bahwa salah satu inisiatif konkret yang diusulkan adalah dimasukkannya Forum Penjaga Pantai ASEAN (ACF) sebagai Badan Sektoral ASEAN. Selain itu, Filipina juga mengusulkan pembentukan Pusat Maritim ASEAN di Filipina.
Penguatan Kelembagaan dan Respons Krisis
Imperial menambahkan, Filipina turut mendukung dua dokumen penting lain yang akan dibahas para pemimpin ASEAN. Dokumen kedua adalah Protokol Cebu untuk Mengubah Piagam ASEAN. Ini akan menjadi amandemen pertama Piagam ASEAN sejak penandatanganannya pada tahun 2007.
Menurut Imperial, Protokol Cebu mencerminkan penguatan kelembagaan ASEAN yang berkelanjutan, khususnya dalam mendukung integrasi penuh Timor-Leste ke dalam blok regional.
Dokumen ketiga adalah pernyataan para pemimpin ASEAN tentang tanggapan terhadap krisis Timur Tengah. Pernyataan ini merupakan hasil dari dua pertemuan khusus menteri luar negeri ASEAN pada Maret dan April. Imperial menyebutkan bahwa pernyataan tersebut menguraikan tanggapan kolektif ASEAN terhadap krisis, sekaligus membangun fondasi untuk koordinasi yang lebih kuat dalam keadaan darurat di masa mendatang.
Prioritas Filipina dan Otonomi Strategis
Juru bicara ASEAN itu menegaskan bahwa Filipina akan terus mendorong prioritas penting selama KTT ASEAN ke-48. Prioritas tersebut mencakup keamanan energi, keamanan pangan, dan keselamatan warga negara ASEAN. Selain itu, persiapan peringatan 50 tahun TAC, integrasi Timor-Leste, dan perkembangan Myanmar juga menjadi fokus pembahasan.
Imperial menekankan pentingnya otonomi strategis kawasan. “Pada saat ketidakpastian geopolitik yang meningkat dan tantangan regional yang berkembang, Filipina menggarisbawahi pentingnya memperkuat otonomi strategis kawasan yang dipandu oleh sentralitas ASEAN, meningkatkan koordinasi kita sebagai komunitas bangsa-bangsa, dan menegaskan kembali tekad kita pada prinsip-prinsip hukum internasional yang telah lama ada,” kata Imperial.
Filipina menjadi tuan rumah KTT ASEAN 2026 dan pertemuan terkait dengan tema “Menavigasi Masa Depan Kita, Bersama.” Menjelang KTT ke-48 ASEAN pada Jumat (8/5), serangkaian pertemuan tingkat menteri telah digelar terlebih dahulu pada Kamis (7/5), termasuk Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) dan Pertemuan ke-31 Dewan Komunitas Politik-Keamanan ASEAN (APSC).
