Arus mudik Lebaran 2026 melalui Pelabuhan Tanjungkalian, Mentok, Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung (Babel), mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Sejak Operasi Ketupat Menumbing 2026 resmi dimulai pada Jumat (13/3), ribuan pemudik telah meninggalkan Pulau Bangka.
Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha, mencatat bahwa hingga hari pertama operasi, sebanyak 1.030 orang telah menyeberang dari Pulau Bangka menuju Palembang, Sumatera Selatan, melalui pelabuhan tersebut. Selain itu, mobilisasi kendaraan juga terpantau tinggi.
Data Mobilisasi Pemudik dan Kendaraan
AKBP Pradana Aditya Nugraha merinci data kendaraan yang telah meninggalkan Pulau Bangka:
- Roda dua: 164 unit
- Roda empat: 321 unit
- Roda enam: 8 unit
“Sampai hari pertama operasi kurang lebih 1.030 orang dari wilayah kita menuju Palembang, kemudian roda dua 164 unit, roda empat 321 unit, dan delapan kendaraan roda enam,” kata Kapolres Pradana.
Kondisi Pelabuhan dan Tantangan Arus Laut
Meskipun kondisi di Pelabuhan Tanjungkalian dilaporkan masih tertib dan kondusif, kepadatan sempat terjadi. Kepadatan ini, menurut Pradana, disebabkan oleh faktor pasang surut arus laut yang memengaruhi proses naik dan turunnya penumpang serta kendaraan.
“Terkait adanya kepadatan di Tanjungkalian dikarenakan pasang surut arus laut menjadi salah satu kendala dalam menaikkan dan menurunkan penumpang,” jelas mantan Kapolres Bangka Tengah itu.
Selain itu, pergerakan penumpang dari arah Tanjung Api-Api (TAA), Sumatera Selatan, juga turut memengaruhi kepadatan di Pelabuhan Tanjungkalian.
Prediksi Puncak Arus Mudik dan Balik
AKBP Pradana Aditya Nugraha memperkirakan puncak arus mudik gelombang pertama akan terjadi pada 14–15 Maret 2026. Sementara itu, gelombang kedua diprediksi pada 18–19 Maret 2026.
Untuk arus balik Lebaran, gelombang pertama diperkirakan berlangsung pada 24–25 Maret 2026, dan gelombang kedua pada 28–29 Maret 2026.
