Ramadan 2026 menjadi momen kehangatan dan kebersamaan bagi ribuan warga di berbagai kota di Indonesia. Lebih dari 69.000 momen berbuka puasa dan silaturahmi berhasil diwujudkan melalui program kepedulian yang diinisiasi oleh Coca-Cola Indonesia, menjangkau masyarakat luas mulai dari Aceh hingga Manado.

Di tengah tantangan kenaikan harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi selama bulan puasa, bantuan sederhana seperti takjil, minuman dingin, hingga paket sembako menjadi sangat berarti. Warga yang hadir di berbagai titik distribusi, mulai dari bazaar Ramadan, masjid, hingga lokasi pengungsian, merasakan langsung dampak positif dari program ini. Inisiatif ini bukan sekadar promosi produk, melainkan sebuah aktivitas sosial yang menyentuh langsung kebutuhan harian masyarakat.

Salah satu fokus utama program ini adalah di Masjid Istiqlal, Jakarta. Sepanjang bulan Ramadan, ribuan jemaah menerima dukungan berbuka puasa. Sekitar 8.000 paket takjil dan makan malam dibagikan, dilengkapi dengan 160.000 botol minuman yang menemani ibadah, terutama pada 10 hari terakhir saat tradisi i’tikaf berlangsung.

Pendekatan yang berbeda diterapkan di sejumlah daerah lain. Di Aceh, bantuan disalurkan khusus bagi warga yang terdampak banjir dan longsor. Distribusi makanan sahur dan berbuka menjadi penopang penting bagi keluarga yang masih harus bertahan di pengungsian. Sementara itu, di Manado, kegiatan buka puasa bersama digelar secara lintas komunitas, bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama, menciptakan suasana kebersamaan yang mempertemukan warga dari berbagai latar belakang.

Suasana Ramadan juga semakin terasa di pusat-pusat keramaian kota-kota besar. Minuman seperti Fanta, Sprite, dan Frestea dibagikan di berbagai bazaar dan ruang publik. Lebih dari 30.000 botol minuman dingin didistribusikan, memberikan kesegaran setelah seharian menahan dahaga.

Di Banjarmasin, Pasar Wadai yang legendaris semakin hidup dengan sajian minuman racikan non-alkohol. Warga di Semarang dan Surabaya yang berburu takjil juga mendapatkan tambahan minuman gratis saat azan magrib berkumandang. Sementara di Jakarta dan Surabaya, ribuan botol teh dibagikan untuk menemani waktu berbuka yang lebih tenang.

Program kepedulian ini juga menyasar kelompok masyarakat yang seringkali luput dari perhatian. Bersama Yayasan Mahija Parahita Nusantara, bantuan disalurkan kepada komunitas pemulung di puluhan titik. Sebanyak 1.100 paket sembako dan 3.300 hidangan berbuka berhasil didistribusikan, sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas peran penting mereka dalam pengelolaan sampah.

Senior Director Public Affairs, Communications, and Sustainability PT Coca-Cola Indonesia, Triyono Prijosoesilo, menegaskan bahwa Ramadan menjadi pengingat akan esensi kehadiran perusahaan yang lebih dari sekadar produk. “Ramadan mengingatkan kami bahwa kesegaran bukan sekadar minuman, tetapi tentang hadir dalam momen yang bermakna bagi masyarakat. Peran kami sederhana: mendukung kebersamaan dengan kepedulian, rasa hormat, dan cara yang menyatu dengan tradisi,” ujarnya.

Di tengah dinamika sosial dan ekonomi yang terus berkembang, pendekatan seperti ini menunjukkan bahwa momen berbuka puasa bukan hanya tentang hidangan di meja, melainkan juga tentang rasa terhubung antara warga, komunitas, dan pihak-pihak yang memilih untuk hadir di saat-saat paling dibutuhkan.