Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Semarang menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Kamis (26/2) sore hingga petang. Di tengah guyuran hujan lebat, mereka menyuarakan tuntutan reformasi Polri secara menyeluruh dan transparansi penanganan kasus yang melibatkan anggota kepolisian.
Pemantauan Media Indonesia menunjukkan, ribuan mahasiswa yang mengenakan jas almamater beragam warna tetap bertahan di bawah guyuran hujan deras. Aksi ini dipicu oleh dugaan penganiayaan oknum polisi terhadap seorang pelajar hingga meninggal dunia di Maluku beberapa waktu lalu, serta kasus-kasus serupa lainnya.
Para peserta aksi membentangkan sejumlah poster dan atribut di badan jalan, menyerukan reformasi Polri dan transparansi dalam penanganan kasus. Dampak dari unjuk rasa ini, arus lalu lintas di Jalan Pahlawan menuju arah Simpanglima ditutup sementara, sementara jalur sebaliknya tetap dibuka dengan pengalihan arus untuk menghindari kemacetan.
Meskipun waktu Magrib tiba dan seorang anggota polisi mengumandangkan azan di lokasi menggunakan pengeras suara, mahasiswa tetap teguh menyuarakan aspirasi mereka. Sejumlah pejabat dan anggota kepolisian bahkan keluar dari Polda Jawa Tengah untuk membagikan air minum kepada peserta aksi yang hendak berbuka puasa.
Tuntutan Reformasi Menyeluruh
Septia Linasari dari Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (Unnes), yang juga Presiden Mahasiswa BEM Unnes, menegaskan bahwa tuntutan mahasiswa bukan sekadar wacana. “Tuntutan para mahasiswa bukan sekedar wacana. Pertama, pasti reformasi Polri. Kedua, yang belum ternotis adalah reformasi tim reformasi Polri,” ujarnya.
Selain itu, Septia Linasari juga menuntut transparansi dalam penanganan kasus-kasus yang menyeret aparat. Ia mencontohkan kasus di Maluku, serta kasus penembakan almarhum Gamma di Semarang, dan kasus Iko di Unnes yang hingga kini perkembangannya belum jelas.
Aksi ini menunjukkan desakan kuat dari kalangan mahasiswa agar institusi kepolisian melakukan pembenahan internal dan memastikan akuntabilitas dalam setiap penanganan kasus, terutama yang melibatkan anggotanya.
