Ribuan warga di Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menerima bantuan pangan untuk alokasi Februari–Maret 2026. Penyaluran yang berlangsung pada Kamis (2/4) di Kantor Kelurahan Kedungwuluh ini menyasar masyarakat yang telah terdaftar sebagai penerima manfaat.

Setiap keluarga penerima manfaat memperoleh 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng merek Minyakita. Jumlah ini merupakan akumulasi bantuan yang diberikan selama dua bulan.

Apresiasi dari Penerima Manfaat

Saodah, 65 tahun, warga Kelurahan Karanglewas Lor, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan tersebut. “Bantuan beras dan minyak goreng sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Siti, 53 tahun, warga Kelurahan Pasir Kidul. Ia mengapresiasi program ini karena dinilai mampu meringankan pengeluaran rumah tangga di tengah kebutuhan pokok yang terus meningkat.

Upaya Menjaga Ketahanan Pangan

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas, Prawoko Setyo Aji, menjelaskan bahwa penyaluran ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat. “Hari ini kami menyalurkan bantuan pangan kepada warga di Kelurahan Kedungwuluh. Program ini diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan pokok sekaligus mengurangi beban ekonomi masyarakat,” kata Prawoko.

Secara keseluruhan, di Kecamatan Purwokerto Barat, tercatat sebanyak 4.428 keluarga menerima bantuan. Total distribusi mencapai 88.560 kilogram beras dan 17.712 liter minyak goreng.

Sebelumnya, Bulog Banyumas juga telah menyalurkan bantuan serupa di Kecamatan Somagede pada 13 Maret 2026. Sebanyak 7.059 keluarga penerima di Somagede mendapatkan total 141.180 kilogram beras dan 28.236 liter minyak goreng.

Prawoko menambahkan, jumlah penerima bantuan pangan di Kabupaten Banyumas pada tahun 2026 mencapai 286.920 keluarga, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2025 yang tercatat sebanyak 214.642 penerima.

Distribusi bantuan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan ketersediaan pasokan minyak goreng dari produsen. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna memastikan penyaluran berjalan lancar dan tepat sasaran. “Kami berharap program ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di pasaran,” pungkas Prawoko.