Nusantara Internasional Convention Exhibition (NICE) Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2), Tangerang, menjadi saksi kemeriahan hari pertama Hammersonic Festival 2026 pada Sabtu (2/5). Ribuan penggemar musik keras, yang akrab disapa Hammerhead, memadati area festival sejak siang hari, merayakan satu dekade gelaran musik cadas terbesar di Asia Tenggara ini.
Para Hammerhead datang dengan antusiasme tinggi, mengenakan busana serbahitam dan atribut band favorit mereka. Energi yang membara terasa di setiap sudut pusat konvensi terbesar di Indonesia ini, menandai dimulainya perhelatan akbar yang telah dinanti.
NICE PIK2: Venue Spektakuler untuk Hammersonic
Gelaran Hammersonic tahun ini terasa istimewa berkat pemilihan NICE PIK2 sebagai lokasi. Venue baru ini menawarkan skala yang masif, area yang sangat luas, dan tata panggung yang megah, memberikan pengalaman berbeda bagi para penonton.
Suasana festival semakin hidup dengan bentangan layar LED panjang yang memukau, tata suara bertenaga yang menggelegar, serta alur penonton yang dirancang lebih leluasa, memastikan kenyamanan dan keamanan selama acara berlangsung.
Deretan Band Nasional dan Internasional Guncang Panggung
Pada hari pertama, sejumlah band papan atas, baik dari kancah nasional maupun internasional, tampil bergantian di berbagai panggung. Mereka sukses mengguncang panggung dan membakar semangat ribuan penonton.
Beberapa penampil yang memeriahkan hari pertama antara lain:
- Cloath
- Sekumpulan Orang Gila
- Crystal Lake
- Eyehategod
- Of Mice & Men
- Counterparts
- Dreamer
- Lich King
- Speed
- Memphis May Fire
- Jinjer
- Straight Answer
- Pee Wee Gaskins
- Burgerkill
- Strangers
- Obscura
- Parkway Drive
Pengalaman Konser Metal yang Rapi namun Liar
Salah satu penonton, Darren Siregar, seorang metalhead asal Bandung, mengungkapkan kepuasannya terhadap atmosfer hari pertama Hammersonic 2026. Ia menilai NICE PIK2 memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan venue festival musik keras lainnya yang pernah ia datangi.
“Begitu masuk area, kelihatan banget skalanya besar, panggungnya megah, suaranya tebal, dan crowd-nya solid. Buat saya, ini pengalaman konser metal yang rapi, tetapi tetap liar energinya,” ungkap Darren, menggambarkan kesan mendalamnya.
