Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, atau yang akrab disapa Mas Dhito, menikmati suasana malam di Pasar Wates pada Selasa, 3 Februari 2026. Kunjungan orang nomor satu di Kabupaten Kediri ini disambut hangat oleh para pedagang kuliner di pasar tradisional yang kini telah bertransformasi dengan konsep modern dan berbudaya.

Setibanya di Pasar Wates, Mas Dhito menyapa pengunjung dan pedagang yang membuka lapak di teras pasar. Ia berkeliling, mengunjungi hampir setiap lapak, dan berinteraksi langsung dengan para pelaku usaha. Sebagai inisiator revitalisasi pasar tradisional ini, Mas Dhito juga menanyakan omzet yang berhasil dicapai para pedagang.

“Pasar Wates ini sekarang menjadi hidup semenjak kita revitalisasi, sabtu dan minggu (akhir pekan) omset pedagang kuliner, yang jualan di angkringan, jualan macem-macem itu bisa Rp1-1,5 juta per hari,” ujar Mas Dhito, menyoroti keberhasilan revitalisasi.

Dalam obrolannya, Mas Dhito secara konsisten menyarankan pedagang untuk mencantumkan harga dagangan, baik di daftar menu maupun di gerobak. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen, yang pada gilirannya akan berdampak positif pada peningkatan kunjungan di area kuliner Pasar Wates.

Pasca-revitalisasi, Pasar Wates beroperasi selama 24 jam dengan sistem tiga shift. Dimulai dari pedagang sayur pada dini hari hingga pagi, dilanjutkan pedagang los dan kios, kemudian sore hingga tengah malam digunakan oleh pedagang kuliner. Sistem ini memastikan pasar tidak pernah kosong dan selalu ramai.

“Saya doakan semoga seluruh pedagang Pasar Wates mulai yang shift dini hari hingga shift malam berkah, rezekinya lancar, bahagia dunia akhirat,” ungkap Mas Dhito, menyampaikan harapannya kepada para pedagang.

Tambahan shift untuk kuliner ini terbukti membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, tidak hanya warga sekitar Kecamatan Wates, tetapi juga dari Ngancar bahkan Pare. Melihat keberhasilan ini, Mas Dhito berencana menerapkan model serupa di pasar tradisional lain di Kabupaten Kediri.

“Inilah yang akan kita terapkan di pasar-pasar lainnya, mohon doanya khususnya warga Ngadiluwih yang sekarang pasarnya sedang dibangun semoga bisa menyamai dengan Pasar Wates,” tambahnya, menunjukkan komitmennya untuk pengembangan pasar di seluruh wilayah.

Di akhir kunjungannya, Mas Dhito turut merasakan pengalaman nongkrong di pedestrian pasar hingga dini hari, layaknya pengunjung lain. Momen tersebut dimanfaatkan oleh sebagian pedagang dan pengunjung untuk berfoto bersama bupati muda ini.