Ressa Rizky Rossano akhirnya dapat bernapas lega setelah sengketa hukum dengan ibu kandungnya, Denada, mencapai titik terang. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Banyuwangi secara resmi mengabulkan eksepsi pihak Denada terkait kasus dugaan penelantaran anak, menandai berakhirnya polemik yang sempat memanas.

Ressa mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas penyelesaian damai ini. Baginya, momen ini adalah sesuatu yang telah lama ia nantikan. “Oh lega banget. Lega. Itu kan yang Ressa mau dari dulu,” ungkapnya saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan.

Sejak awal, Ressa menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memiliki niat untuk memperkeruh suasana atau memutus tali silaturahmi. Ia selalu berharap agar segala kesalahpahaman dalam lingkup keluarga dapat diselesaikan melalui jalur kekeluargaan.

“Kalau dari Ressa sendiri mulai awal emang pengennya baik-baik saja, nggak terjadi apapun itu baik dari Ressa, baik dari mama, dari mungkin dari ibu juga kayak gitu. Semuanya pengennya baik-baik saja,” jelasnya.

Menariknya, Ressa mengaku tidak terlalu mendalami rincian teknis dari putusan hakim tersebut. Fokusnya sempat terbagi karena ia tengah disibukkan dengan berbagai rangkaian persiapan acara pernikahannya yang digelar di Banyuwangi.

“Kalau itu dari Ressa sendiri kurang mengikuti informasi gitu. Karena kan Ressa juga sibuk waktu di Banyuwangi urus pernikahan, kan harus banyak yang dipersiapkan,” terangnya.

Namun, satu hal yang ia ketahui pasti adalah adanya permohonan pemindahan lokasi persidangan dari Banyuwangi menuju Tangerang yang telah disetujui. Ressa memberikan konfirmasi singkat mengenai perkembangan hukum tersebut dengan berujar, “Permohonan kan dipindahkan ke Tangerang.”

Sebelum putusan pengadilan, Denada dan Ressa telah berdamai. Dengan situasi yang semakin kondusif, Ressa menegaskan komitmennya untuk tidak memperpanjang lagi konflik. Ia memilih untuk menutup buku lama dan memusatkan energi guna menata kembali keharmonisan hubungan antara ibu dan anak.

Sebagai langkah awal rekonsiliasi, Ressa berencana menemui Denada secara langsung untuk membicarakan banyak hal penting bagi masa depan mereka. Ia bahkan memiliki niat tulus untuk memboyong sang istri, Fita, mengunjungi Denada dan Aisha di Singapura dalam waktu dekat jika waktunya sudah tepat.