Pengembang Mekar Lodji Parahyangan memulai realisasi pembiayaan konsumen untuk proyek huniannya di Bandung Timur. Hal ini ditandai dengan digelarnya akad kredit pemilikan rumah (KPR) perdana bersama Bank Tabungan Negara (BTN) di BTN KC Bandung pada Sabtu (14/2).

Agenda tersebut menjadi penanda dimulainya realisasi pembiayaan konsumen, seiring tingginya minat masyarakat terhadap kawasan Bandung Timur. Managing Director Mekar Lodji Parahyangan, Martinus Chandra, menyatakan bahwa akad KPR perdana ini merupakan tonggak penting setelah peresmian show unit pada Desember 2025.

“Akad KPR perdana ini adalah bukti nyata komitmen kami dalam menghadirkan hunian yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga aman secara legalitas. Dukungan penuh dari Bank BTN menunjukkan bahwa proyek Mekar Lodji Parahyangan memiliki kredibilitas tinggi dan siap huni sesuai jadwal,” kata Martinus, Kamis (19/2).

Tipe Hunian dan Mitigasi Banjir

Mekar Lodji Parahyangan menawarkan beberapa tipe rumah, dengan dominasi tipe Alamanda (34/60 m²) berdesain Skandinavia minimalis, disusul tipe Bougenvil (40/70 m²). Harga unit dipatok kompetitif, mulai Rp300 jutaan hingga Rp600 jutaan, dilengkapi fasilitas kawasan premium.

Selain aspek produk, pengembang juga menonjolkan kesiapan infrastruktur kawasan untuk mitigasi banjir. Kawasan seluas 26 hektare itu dilengkapi saluran drainase selebar 7 meter sepanjang 375 meter yang terintegrasi dengan dua danau retensi. Sistem tersebut dirancang untuk menyalurkan air langsung ke Sungai Cimande, menjaga lingkungan tetap kering.

Aksesibilitas Strategis

Dari sisi aksesibilitas, perumahan ini berlokasi strategis, hanya beberapa menit dari Gerbang Tol Cileunyi dan dekat dengan Stasiun Haurpugur. Akses ini memudahkan mobilitas penghuni menuju pusat Kota Bandung maupun kawasan pendidikan Jatinangor. Pengembang menilai, kemudahan akses menjadi salah satu pertimbangan utama bagi pembeli, khususnya para profesional yang membutuhkan perjalanan lebih efisien.