Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Prof. Lukman Thahir, menyambut langsung kedatangan Menteri Agama (Menag) Prof. KH. Nasaruddin Umar dan Menteri Agraria Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid di Bandara Mutiara Sis-Aljufri, Palu, pada Rabu (1/4/2026). Kedatangan dua pejabat tinggi negara ini menandai serangkaian agenda penting di Ibu Kota Sulawesi Tengah.

Kedua menteri tersebut tiba di Palu untuk menghadiri acara Haul Ke-58 Sayyid Idrus Bin Salim Aljufri atau yang dikenal sebagai Guru Tua. Acara peringatan tersebut berlangsung di Kompleks Pendidikan Alkhairaat Jalan Sis Aljufri, yang merupakan salah satu pusat pendidikan Islam terkemuka di wilayah tersebut.

Setelah menghadiri Haul Guru Tua, Menteri Agama Nasaruddin Umar dijadwalkan untuk melanjutkan agenda silaturahim bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) UIN Datokarama pada Rabu malam. Sementara itu, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid memiliki agenda kunjungan kerja ke UIN Datokarama.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Nusron Wahid akan melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara UIN Datokarama dengan Kementerian ATR/BPN. Acara penandatanganan MoU ini juga akan dirangkaikan dengan kuliah umum yang akan disampaikan langsung oleh Menteri Nusron Wahid sebagai narasumber utama.

Prof. Lukman Thahir mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran para menteri. “Selamat datang Menteri Nasaruddin Umar dan Bapak Menteri Nuron Wahid di Bumi Tadulako, Kota Palu,” ujar Lukman Thahir saat menyambut mereka.

Ia menambahkan bahwa kunjungan ini memiliki makna strategis bagi UIN Datokarama. “Ini adalah momentum berharga. Kehadiran dua menteri sekaligus menunjukkan bahwa UIN Datokarama memiliki posisi strategis dalam peta pembangunan nasional, baik dari sisi pembangunan sumber data manusia (SDM) unggul maupun legalitas aset negara,” tegas Lukman.

Lukman Thahir juga menegaskan komitmen UIN Datokarama untuk terus berkembang. “Sesuai slogan Kampus 1.000 Mimpi, kami bertekat meningkatkan kualitas pendidikan dan memajukan kampus dengan berbagai program guna mencapai tujuan sebagai pusat studi Islam moderat bertaraf internasional di kawasan Timur Indonesia,” pungkasnya, menekankan dukungan penuh dari Kemenag dan Kementerian ATR akan mempercepat visi tersebut.