Ratusan relawan dari berbagai daerah di Indonesia memadati Tulungagung untuk mengikuti Jambore Nasional Bersih Masjid ke-3. Kegiatan yang diinisiasi oleh Komunitas Resik-Resik Masjid (RRM) ini tidak hanya berfokus pada aksi kebersihan, tetapi juga mengusung misi mulia mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat peradaban umat yang nyaman dan representatif.
Jambore yang berlangsung pada Minggu (26/4/2026) ini dipusatkan di Masjid Al Fattah. Selain itu, para relawan juga melakukan aksi bersih-bersih di lima masjid lain yang telah disurvei sebelumnya, termasuk Masjid Al Huda dan Masjid At Taqwa Kepatihan.
Membangun Kesadaran dan Generasi Lebih Baik
Penggerak kegiatan, Ferdi, menjelaskan bahwa gerakan ini bermula dari inisiatif komunitas yang bergerak secara mandiri di berbagai daerah. Kemudian, inisiatif tersebut disatukan dalam jambore tingkat nasional untuk memperluas dampak sosial.
“Membersihkan masjid bukan hanya soal fisik, tetapi juga bagian dari membangun kesadaran dan melahirkan generasi yang lebih baik,” ujar Ferdi, Minggu (26/4/2026).
Ferdi menambahkan, jumlah peserta jambore terus menunjukkan peningkatan signifikan. Jika pada jambore perdana di Bali hanya diikuti 350 relawan, tahun ini jumlahnya melonjak hingga mencapai 500-an orang. Para relawan ini datang dari berbagai penjuru Indonesia, mulai dari Aceh hingga Jawa Timur.
Pemilihan Tulungagung sebagai tuan rumah jambore kali ini sejalan dengan visi Masjid Al Fattah yang tengah dikembangkan sebagai masjid ramah musafir. “Kami melihat Masjid Al Fattah punya semangat yang sama, ingin berkembang menjadi masjid yang ramah dan terbuka untuk semua. Ini selaras dengan gerakan kami,” ungkapnya.
Ferdi juga menyebutkan bahwa masjid-masjid yang menjadi lokasi jambore umumnya sudah memiliki takmir yang aktif. Hal ini justru dimaksudkan sebagai contoh agar semangat kepedulian bisa menular ke masjid lain yang mungkin belum terawat dengan baik. “Harapannya, semangat ini bisa menyebar. Dari masjid yang sudah aktif ke masjid lain, sehingga semua punya kepedulian yang sama,” tuturnya.
Apresiasi dari Ustaz Dery Sulaiman
Sementara itu, Ustaz Dery Sulaiman yang turut hadir sebagai penceramah memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai gerakan ini sebagai bentuk nyata kepedulian umat terhadap rumah ibadah.
Ustaz Dery juga mengingatkan kepada seluruh peserta untuk terus menjaga kepedulian terhadap masjid, sesuai dengan kemampuan masing-masing. “Tidak harus besar, yang penting ada kepedulian. Mulai dari hal kecil, itu sudah sangat berarti untuk memakmurkan masjid,” pungkasnya.
