Riuh dukungan suporter memenuhi GOR Yani, Kota Probolinggo, Sabtu (2/5/2026) malam. Ratusan pelajar dari berbagai tingkatan sekolah antusias beradu kecepatan dan ketangkasan di dinding panjat tebing dalam ajang Kejuaraan Panjat Tebing Piala Wali Kota Probolinggo 2026.

Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) untuk tingkat SD/MI dan SMP/MTs se-Kota Probolinggo. Ajang ini bertujuan sebagai panggung unjuk bakat sekaligus fondasi pembinaan atlet panjat tebing sejak usia dini.

Acara dibuka secara resmi oleh Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, yang secara simbolis menyerahkan tali panjat (dynamic rope) kepada panitia pelaksana. Turut hadir dalam pembukaan tersebut Kepala Dispopar Muhammad Abas, Ketua Umum KONI Zulfikar Imawan, Ketua FPTI Nur Fathur Rachman Efendi, serta sejumlah kepala sekolah, menunjukkan dukungan penuh terhadap para atlet muda.

Minat Tinggi dan Target Internasional

Pelaksana harian FPTI, Iwan Rosyidi, melaporkan bahwa minat pelajar terhadap olahraga ekstrem ini menunjukkan peningkatan signifikan. Tercatat, total 148 atlet dari 37 sekolah berpartisipasi dalam kejuaraan ini, mencakup kelompok usia U-9 hingga U-17, baik untuk kelas pemula maupun umum.

Dalam sambutannya, Iwan Rosyidi membakar semangat para peserta dengan mengingatkan capaian Bomantara Bintang Prayuda, atlet lokal yang sukses meraih medali emas di Kejurnas 2025 dan berhasil menembus skuat SEA Games Thailand. Menurutnya, “kunci keberhasilan bukan hanya soal menang, melainkan keberanian untuk terus naik dan tidak takut jatuh.”

Senada dengan Iwan, Wali Kota dr. Aminuddin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga keberlanjutan prestasi atlet melalui jalur profesional. Ia berharap bibit-bibit muda yang bertanding mampu berprestasi hingga level internasional di masa depan.

Dukungan Fasilitas dan Juri Profesional

Sebagai bentuk dukungan nyata, Wali Kota Aminuddin juga mengungkapkan rencana strategis pemerintah untuk membangun fasilitas wall panjat tebing baru yang lebih representatif pada tahun 2028 mendatang.

Guna menjaga kualitas dan objektivitas kompetisi, FPTI menggandeng juri profesional Andika dari Probolinggo dan Raf Adi Febrianto dari Situbondo. Mereka akan mengawal perebutan 50 medali yang terbagi dalam dua kategori utama, yakni Speed Classic dan Speed World Record.