Sebanyak 326 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah, mengikuti seleksi dan uji kompetensi untuk jabatan administrator. Proses ini berlangsung pada Senin, 27 April 2026, sebagai bagian dari upaya Pemkot Palu dalam menempatkan pejabat pada posisi strategis dan mendukung reformasi birokrasi.
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, mengungkapkan bahwa banyaknya ASN yang memiliki kompetensi dan kemampuan telah membuat penempatan pejabat pada posisi strategis menjadi tantangan. “Banyaknya ASN memiliki kompetensi dan kemampuan melaksanakan tugas serta tanggung jawab yang diemban selama ini, sehingga menyulitkan kami dalam menempatkan pejabat pada posisi-posisi strategis, sehingga perlu diadakan uji kompetensi,” kata Hadianto saat membuka seleksi tersebut di Palu.
Penilaian Objektif dan Kesempatan yang Sama
Hadianto menjelaskan, pelaksanaan seleksi dan uji kompetensi ini merupakan langkah krusial untuk melakukan penilaian secara objektif terhadap para peserta. Melalui proses ini, seluruh aparatur yang merasa memiliki kapasitas dan kelayakan menduduki jabatan strategis diberikan peluang yang sama, asalkan mampu menunjukkan kompetensi terbaik mereka.
“Saya berharap para peserta mengikuti fase ini sebaik-baiknya, karena uji kompetensi bagian dari tahapan seleksi jabatan,” tegas Hadianto, menekankan pentingnya kesungguhan, integritas, dan tanggung jawab dalam setiap tahapan seleksi.
Ia menambahkan, hasil seleksi diharapkan dapat menghasilkan pejabat yang profesional, berkompeten, serta mampu mendukung peningkatan kinerja pemerintahan di masa mendatang. Langkah ini juga menjadi bagian dari regenerasi, mengingat adanya ASN yang akan memasuki masa purna tugas maupun kekosongan jabatan pada organisasi perangkat daerah (OPD).
“Langkah ini dilakukan juga bagian dari regenerasi, mengingat ada ASN memasuki masa purna maupun kekosongan jabatan pada organisasi perangkat daerah (OPD),” ucap Hadianto.
Komitmen Pemkot Palu untuk Pelayanan Publik Optimal
Hadianto Rasyid menegaskan bahwa pemerintahan sebagai pelayan masyarakat harus mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada publik. Oleh karena itu, dibutuhkan individu-individu yang mampu bekerja dengan intensitas tinggi, berkarakter, serta memiliki kemampuan memecahkan persoalan dan menciptakan solusi konkret.
“Seleksi kami lakukan bagian dari reformasi birokrasi sebagaimana dituangkan dalam visi-misi Pemkot Palu, maka percepatan pembangunan merupakan komitmen kami untuk direalisasikan kepada publik,” pungkasnya, menyoroti komitmen Pemkot Palu dalam merealisasikan percepatan pembangunan melalui birokrasi yang profesional dan kompeten.
