Nama Dea Star Ponsel, atau yang lebih dikenal sebagai Dea Store Meulaboh, kini menjadi sorotan publik setelah rating ulasan di Google Review anjlok hingga 2,6 dari skala 5 bintang. Penurunan rating ini memicu perbincangan hangat di media sosial, terutama terkait kualitas pelayanan dan praktik penjualan toko tersebut.

Perhatian warganet terhadap toko smartphone yang berlokasi di Gampong Panggong, Kecamatan Johan Pahlawan ini, bermula dari insiden “penggerebekan” pada Jumat (27/2/2026) dini hari yang sempat viral. Meski kemudian diklarifikasi oleh Ketua Pemuda setempat sebagai hoaks dan tuduhan perbuatan mesum tidak terbukti, publik justru mengalihkan fokus pada reputasi pelayanan toko.

Berdasarkan pantauan pada Kamis, 05 Maret 2026, nilai rata-rata ulasan Dea Star Ponsel di Google Review hanya mencapai 2,6 dari total sembilan penulis ulasan. Angka yang relatif rendah ini sontak memicu berbagai spekulasi di kalangan netizen mengenai standar pelayanan dan etika bisnis toko.

Sejumlah testimoni pelanggan yang diunggah di platform tersebut mengkritik tajam pelayanan para sales. Salah seorang reviewer dengan nada kesal menulis, “Pelayanan buruk, sales sukak berantem depan konsumen.” Ulasan senada juga disampaikan pelanggan lain yang mengeluhkan, “Pelayanan kurang ramah dan sering kelahi antar sales.”

Namun, kritik paling menohok datang dari seorang pelanggan yang menyoroti praktik penjualan yang dinilai menyesatkan, khususnya terkait spesifikasi teknis ponsel. Ia menuding toko tersebut menggabungkan istilah RAM asli dengan extended RAM secara tidak proporsional, berpotensi merugikan pembeli awam. Reviewer tersebut menulis panjang lebar, “Untuk pihak tokonya.. jangan digabungin antara extended ram dengan ram yang asli, extended ram ya copotan dari kapasitas penyimpanan skalanya 8 : 1. Ibaratkan extended ram adalah 3 anak kecil yang membantu 3 orang ahli dalam suatu bidang. Dari perumpamaan tadi, kalau kita menyebutnya 6 orang, bener sih tapi kinerja nya tidak seperti 6 ram asli. Jadi nggak pantas lah extended ram digabungin jadi satu dengan ram. Situ jualan hp apa mau nipu? Hape ram 3 malah di bilang 6 ram karena extended ram nya ditambah. Tolonglah jangan memanfaatkan ketidaktahuan orang awam terhadap hal tsb,”

Kendati demikian, tidak semua ulasan bernada negatif. Beberapa pelanggan memberikan tanggapan positif, meski singkat. “Memuaskan,” kata seorang reviewer. Sementara yang lain menimpali, “Baguss.”

Fenomena ini menunjukkan bagaimana sebuah insiden viral dapat memicu sorotan publik yang lebih luas terhadap reputasi sebuah usaha. Warganet kini tidak hanya membahas insiden yang ternyata hoaks, tetapi juga mulai menggali kredibilitas dan kualitas pelayanan Dea Star Ponsel sebagai penyedia layanan smartphone di Meulaboh. Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Dea Star Ponsel belum memberikan tanggapan resmi terkait berbagai ulasan negatif yang mencuat di media sosial dan platform Google Review.

sumber gambar: gesit.id