Aktris Rachel Amanda berbagi cerita mengenai kehidupannya setelah menikah. Ia mengaku sangat bersyukur karena pernikahannya dengan Narawastu Indrapradna Indodiputranto justru menjadi pendorong, bukan penghalang, bagi kariernya di dunia seni peran.
Dukungan penuh dari sang suami menjadi kunci utama. Narawastu disebut sangat memahami tuntutan profesi Rachel yang kerap memiliki jam kerja tidak menentu. Hal ini memungkinkan Rachel untuk tetap aktif berkarya tanpa batasan ketat dari keluarga.
“Kan sudah tahu istrinya pemain film ya, jadi dari awal gitu ya, bukan kayak tiba-tiba ketemu terus baru main film gitu. Jadi enggak sih gitu, kayak maksudnya sama aja emang… Alhamdulillah iya,” tutur Rachel Amanda saat ditemui di kawasan Senayan.
Meski disibukkan dengan jadwal syuting, Rachel tetap menjalankan kewajiban domestiknya sebagai ibu rumah tangga. Ia bahkan dengan bangga memegang kendali penuh atas urusan finansial keluarga, serta mengurus berbagai kebutuhan harian lainnya secara mandiri.
Saat memasuki masa produksi film yang intens, Rachel biasanya akan fokus sepenuhnya pada pekerjaan selama satu bulan penuh. Namun, di luar waktu tersebut, pikirannya tetap tertuju pada urusan rumah, mulai dari belanja harian hingga perawatan kucing peliharaannya.
“Menteri keuangan, yang kayak gitu-gitunya gitu kan, belanja-belanja dan sebagainya. Biasalah, pasti cewek-cewek di luar sana mengerti yang harus memikirkan itu semua, tapi juga harus ‘Saya harus keluar bekerja’ gitu,” jelasnya, menggambarkan peran gandanya.
Bintang film ini menilai, kemampuan perempuan untuk mengerjakan banyak hal dalam waktu bersamaan merupakan kelebihan yang terbentuk oleh tuntutan budaya. Ia merasa pikiran perempuan cenderung bekerja lebih dinamis dalam mengelola berbagai urusan rumah tangga dan karier sekaligus.
Kendati demikian, Rachel mengingatkan agar kapasitas luar biasa ini tidak dijadikan alasan untuk mengeksploitasi tenaga perempuan secara berlebihan. Ia berharap setiap wanita pekerja tetap memiliki waktu berkualitas untuk mengurus diri sendiri agar kesehatan mental dan fisiknya tetap seimbang.
