Hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diselenggarakan di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, menunjukkan bahwa sebagian besar pemudik yang melakukan skrining masih memiliki kebiasaan merokok. Selain itu, tekanan darah tinggi juga menjadi temuan dominan di antara para calon penumpang kereta api yang akan melakukan perjalanan.

Dokter Radhiya Dhifanjanu dari Puskesmas Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, menjelaskan temuan ini pada Rabu (18/3/2026). “Kalau di sini, berdasarkan pemeriksaan cepat melalui tekanan darah dan gula darah, ditemukan riwayat merokok. Sejauh ini yang paling banyak ditemukan adalah tekanan darah tinggi dan kebiasaan merokok,” kata Radhiya di Jakarta.

Layanan CKG Berlangsung Hingga Lebaran Usai

Layanan CKG ini telah berlangsung sejak Senin (16/3/2026) dan akan terus melayani para pemudik hingga masa libur Lebaran usai. Penumpang yang ingin memeriksakan kesehatannya dapat langsung menuju pintu kedatangan di sebelah utara Stasiun Gambir.

Prosedur pemeriksaan dimulai dari pendaftaran, di mana pemudik diminta mengisi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan identitas diri. Selanjutnya, petugas akan menimbang berat badan, mengukur tinggi badan, dan lingkar perut. Pemeriksaan dilanjutkan dengan pengukuran tekanan darah dan gula darah.

“Selain itu juga ada pemeriksaan gigi, serta skrining sekilas untuk mata dan telinga, apakah ada masalah atau tidak,” tambah Radhiya.

Tekanan Darah Tinggi Dominasi Hasil Skrining

Selain kebiasaan merokok, permasalahan tekanan darah tinggi juga menjadi temuan yang paling banyak pada para pemudik. Radhiya menuturkan, “Yang paling banyak itu dari tekanan darah. Tadi cukup banyak yang tinggi, di atas normal, beberapa juga ada yang berat badannya berlebih.”

Apabila dari hasil pemeriksaan CKG petugas menemukan pemudik dengan tekanan darah tinggi, maka akan dilakukan kategorisasi. Terdapat tiga kategori, yaitu tingkat fatalitas rendah, sedang, dan tinggi. “Kalau tekanannya sudah tinggi, misalnya di atas 140/90, kita berikan obat di sini,” jelas Radhiya.

Petugas kesehatan, bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), terus berupaya memberikan edukasi terkait kesehatan kepada para penumpang. Edukasi ini bertujuan untuk mencegah penyakit-penyakit katastropik yang disebabkan oleh kebiasaan merokok atau pola hidup yang tidak sehat selama perjalanan mudik.