PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Banten menyiagakan empat dermaga di Pelabuhan Ciwandan, Banten, untuk melayani arus mudik Lebaran 2026. Langkah ini diambil guna mengurai kepadatan penyeberangan Selat Sunda, khususnya bagi pemudik sepeda motor dan truk pengangkut bahan pokok (sembako) menuju Pulau Sumatera.

Optimalisasi Pelabuhan Ciwandan ini bertujuan memisahkan arus kendaraan pribadi dengan angkutan logistik serta roda dua. Dengan demikian, penumpukan di pelabuhan penyeberangan utama dapat dihindari.

Layanan untuk truk sembako telah dibuka sejak 11 Maret 2026, sementara pemudik sepeda motor mulai dilayani pada 13 hingga 20 Maret 2026.

Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Banten, Andi Purwantoro, menjelaskan bahwa operasional di Ciwandan merupakan bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam memperlancar distribusi pangan dan mobilisasi warga. Empat dermaga utama, yakni Dermaga 02, 03, 05A, dan 07, dikerahkan penuh untuk melayani aktivitas penyeberangan ini.

Andi menegaskan, "Kami menyiapkan seluruh fasilitas dan skenario operasional agar arus mudik tahun ini berjalan tertib. Fokus kami adalah memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jasa selama berada di area pelabuhan."

Kesiapan infrastruktur di lapangan juga mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Banten telah meninjau langsung kesiapan teknis di Pelabuhan Ciwandan pada Sabtu (15/3). Pemerintah ingin memastikan standar pelayanan minimum tetap terjaga meskipun volume kendaraan meningkat tajam.

Secara teknis, PTP Nonpetikemas Cabang Banten memiliki modal infrastruktur yang mumpuni untuk menampung lonjakan arus. Terminal ini mengelola dermaga sepanjang 1.002,51 meter serta lapangan penumpukan seluas 32.259 meter persegi.

Selain itu, tersedia gudang transit seluas 1.460 meter persegi yang dapat mendukung manajemen arus barang. Dukungan alat berat seperti gantry luffing crane, forklift, hingga jembatan timbang juga disiagakan untuk mengantisipasi kebutuhan darurat atau penanganan kargo curah.

Dengan kombinasi fasilitas tersebut, PTP Nonpetikemas optimistis mampu menjaga ritme distribusi logistik nasional tetap stabil di tengah hiruk-pikuk arus mudik Lebaran 2026.