Surabaya, Jumat 03 Juli 2026 – Universitas Surabaya (Ubaya) menorehkan prestasi gemilang dengan meraih gelar juara ganda, baik di kategori putra maupun putri, dalam ajang Campus League Basketball Regional Surabaya 2026. Kemenangan dominan ini memastikan langkah kedua tim menuju babak nasional.
Partai puncak Campus League Basketball Regional Surabaya berlangsung sengit di GOR Basket Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada Rabu, 29 April 2026. Tim putri Ubaya tampil perkasa dengan melibas Universitas Ciputra Makassar (UCM) dengan skor telak 95-28.
Tak lama berselang, giliran tim putra Ubaya yang menunjukkan dominasinya. Mereka berhasil mengandaskan perlawanan Universitas Cendrawasih (Uncen) dari Papua dengan skor meyakinkan 84-48, melengkapi raihan gelar ganda bagi Ubaya.
Dominasi Tim Putri Ubaya Sejak Awal
Tim Putri Ubaya, di bawah asuhan pelatih Wellyanto Pribadi, menunjukkan performa impresif dan solid di setiap lini. Meskipun sempat mendapat perlawanan di awal laga, skuad ini mampu menjaga tempo permainan dengan baik.
Transisi cepat dan disiplin pertahanan Ubaya membuat UCM kesulitan menembus. Memasuki kuarter kedua, Ubaya semakin “panas” dan efektif mengonversi poin melalui fastbreak maupun second chance, menutup babak pertama dengan keunggulan jauh 44-14.
Intensitas permainan Ubaya tidak mengendur setelah jeda. Rotasi pemain berjalan mulus tanpa mengurangi kualitas, bahkan UCM hanya mampu mencatatkan 4 poin di kuarter ketiga. Di kuarter terakhir, Ubaya sepenuhnya menguasai pertandingan hingga bel akhir berbunyi, mengamankan medali emas dan podium juara.
Kemenangan Tim Putra Melengkapi Gelar Ganda
Pencapaian tim putri kemudian digandakan oleh kemenangan Tim Putra Ubaya. Sejak tip-off, Uncen sebenarnya bermain lebih berani dan dominan dengan memberikan tekanan keras. Namun, agresivitas Uncen berhasil diredam oleh Ubaya yang bermain lebih rapi dan efektif dalam meraup poin.
Meskipun kedua tim saling ngotot dalam perebutan poin, Ubaya tetap unggul 45-27 hingga turun minum. Selepas jeda, Ubaya tampil lebih lugas dengan serangan yang presisi, memperlebar jarak poin.
Di kuarter terakhir, Ubaya semakin di atas angin. Upaya keras Uncen untuk mengejar defisit poin tidak cukup untuk membalikkan keadaan, sehingga medali emas putra Campus League Basketball Regional Surabaya juga berhasil dibawa pulang oleh Ubaya.
Tiket Nasional di Tangan Ubaya, UCM, dan Uncen
Dengan hasil ini, Tim Putri dan Putra Ubaya otomatis mengantongi tiket untuk melangkah ke babak The National Campus League Basketball. Ajang bergengsi ini akan berlangsung di Jakarta pada 6-13 Juni 2026.
Mereka akan melaju bersama Tim Putri Universitas Ciputra Makassar dan Tim Putra Universitas Cendrawasih, yang berstatus sebagai peringkat kedua. Di Jakarta, mereka akan menghadapi tim-tim terbaik dari empat regional lainnya, yaitu Bandung, Yogyakarta, Samarinda, dan Jakarta.
Stimulasi Ekosistem Basket Kampus
CEO Campus League, Ryan Gozali, menyatakan bahwa kompetisi di Regional Surabaya berjalan lancar dengan antusiasme besar dari perguruan tinggi dan para student-athlete di Jawa Timur dan sekitarnya. Sejak dimulai pada Rabu, 22 April, sebanyak 16 tim putra dan 8 tim putri dari 17 perguruan tinggi telah berpartisipasi.
Ryan mengakui adanya rentang kualitas antar tim peserta, namun ia melihatnya sebagai tantangan untuk terus meningkatkan pembinaan dan kompetisi. “Justru kita berharap dengan Campus League ini ekosistem olahraga di kampus ini jadi termotivasi. Ada pergerakan-pergerakan baru. Saya mengamati dari tahun 2012 di Jawa Timur itu secara tradisional ada Ubaya dan Unair yang kuat. Tapi karena ada kekosongan (kompetisi) cukup lama, jadi petanya agak berubah. Maka kemudian kita ingin agar ini menjadi stimulasi baru untuk ekosistem basket, tidak hanya Surabaya, tapi juga seluruh Indonesia,” jelas Ryan.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor IV Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Prof. Dr. Dwi Cahyo Kartiko S.Pd., M.Kes., menyampaikan apresiasi terhadap Campus League sebagai wadah kompetisi dan prestasi mahasiswa. Ia bangga, meskipun Tim Putra Unesa hanya meraih juara ketiga, Unesa berhasil menjadi tuan rumah yang baik dan berkolaborasi menstimulasi ekosistem basket.
“Kami bersyukur dan berterima kasih dipercaya sebagai tuan rumah Campus League Basket di Surabaya. Ini menjadi komitmen dan semangat kami di Unesa sebagai kampusnya para juara. Untuk saat ini, lumayan kami masih bisa meraih peringkat ketiga. Ini menjadi sengatan bagi kami untuk lebih intensif lagi supaya bisa bersaing di level atas di tahun-tahun berikutnya. Saya juga ingin mengajak untuk generasi muda para mahasiswa untuk ikut di Campus League. Karena melalui olahraga dan berkompetisi merupakan sarana pembentukan karakter yang sesungguhnya,” tutur Dwi Cahyo.
