Bintang Memphis Grizzlies, Brandon Clarke, ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Los Angeles pada Senin (11/5/2026) sore waktu setempat. Kabar duka ini baru diumumkan keesokan harinya, memicu penyelidikan polisi terkait penyebab kematian power forward berusia 29 tahun tersebut.
Aparat hukum setempat, seperti dikutip dari NBC4 Los Angeles, mengungkapkan bahwa ditemukan alat untuk mengonsumsi narkoba di rumah Clarke. Oleh karena itu, kematiannya diselidiki untuk mengetahui apakah ia tewas akibat overdosis.
Klubnya, Memphis Grizzlies, menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian Clarke. “Kami berduka atas kematian Brandon Clarke yang tragis. Brandon adalah rekan setim yang luar biasa dan pribadi yang lebih baik dan sumbangsihnya untk tim serta komunitas Memphis takkan dilupakan,” demikian bunyi pernyataan resmi Grizzlies pada Rabu (13/5) WIB.
Clarke, pemain kelahiran Vancouver, Kanada, memulai debutnya di NBA pada tahun 2019 dan sepanjang karier profesionalnya hanya memperkuat Grizzlies. Musim ini, ia hanya tampil dua kali karena cedera. Sepanjang 309 laga NBA, Clarke mencatatkan rata-rata 10,2 poin per pertandingan.
Sebelum meninggal dunia, Clarke sempat ditangkap di Arkansas pada April lalu. Ia menghadapi sejumlah tuduhan, termasuk ngebut dan kepemilikan zat terlarang. Setelah dilepas dengan jaminan 25 ribu Dolar, ia dijadwalkan menjalani sidang pada 15 Mei mendatang.
Komisioner NBA Adam Silver juga mengeluarkan pernyataan terkait meninggalnya Brandon Clarke. Silver menyampaikan bahwa NBA sangat terpukul atas kepergian Clarke, yang merupakan salah satu anggota Grizzlies dengan masa bakti terlama, seorang rekan setim yang dicintai, kompetitor yang hebat, dan kontributor konsisten bagi komunitas.
Musim ini, Grizzlies gagal melaju ke babak playoff setelah hanya meraih 25 kemenangan dari 82 laga, menempatkan mereka di urutan ke-13 klasemen akhir wilayah barat.
