KANTOR Pencarian dan Pertolongan (SAR) Denpasar bekerja sama dengan SGi Air Bali melaksanakan pemantauan udara terhadap aktivitas arus mudik Lebaran 2026. Pemantauan ini difokuskan di jalur penyeberangan Pelabuhan Gilimanuk, Bali, menyusul kepadatan signifikan yang terjadi.
Kegiatan pemantauan dilakukan pada Selasa, 17 Maret 2026, menggunakan helikopter SGi Air Bali yang mengudara dari Pelabuhan Benoa pukul 10.00 Wita. Tim tiba di wilayah Gilimanuk sekitar pukul 10.41 Wita untuk melakukan observasi langsung terhadap kondisi lalu lintas dan kepadatan kendaraan pemudik.
Dalam penerbangan tersebut, turut hadir sejumlah pejabat penting. Mereka adalah Kapolda Bali Irjen. Pol. Daniel Adityajaya, Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Piek Budyakto, Inspektur Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Brigjen TNI I Nyoman Parwata, serta Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar I Nyoman Sidakarya.
Berdasarkan hasil pemantauan udara, antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk terpantau mengalami kepadatan signifikan. Panjang antrean mencapai kurang lebih 20 kilometer, menunjukkan tingginya volume kendaraan pemudik yang akan menyeberang menuju Pulau Jawa.
Pemerintah daerah setempat diketahui telah mengantisipasi lonjakan tersebut. Sejumlah kantong parkir telah disiapkan untuk menampung kendaraan, guna mengurangi penumpukan di jalur utama menuju pelabuhan. Data hingga Senin, 16 Maret 2026, mencatat total 3.502 unit kendaraan meninggalkan Pelabuhan Ketapang, sementara 22.930 unit kendaraan keluar dari Pelabuhan Gilimanuk.
I Nyoman Sidakarya menyampaikan, kegiatan pemantauan udara ini merupakan bagian dari upaya sinergi lintas instansi dalam memastikan kelancaran dan keselamatan arus mudik Lebaran. “Pemantauan udara ini sangat penting untuk memberikan gambaran menyeluruh terkait kondisi di lapangan, sehingga langkah-langkah antisipatif dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” ujarnya.
Sementara itu, pihak SGi Air Bali menegaskan komitmennya dalam mendukung kegiatan kemanusiaan dan penanganan kedaruratan, termasuk dalam momentum arus mudik Lebaran. “SGi Air Bali pada prinsipnya selalu siap mendukung berbagai kegiatan di bidang kedaruratan. Kami berkomitmen untuk turut berperan aktif dalam menyukseskan pelaksanaan mudik Lebaran 2026 yang aman dan lancar,” terang Krisna Dewi selaku commercial manager.
Selain mendukung kegiatan pemantauan udara, SGi Air Bali juga memiliki pengalaman dalam mendukung operasi pencarian dan pertolongan (SAR), termasuk evakuasi medis (medevac) di berbagai wilayah operasional di Bali dan sekitarnya. Dengan dukungan armada helikopter yang mampu beroperasi di berbagai kondisi medan, SGi Air Bali siap memberikan dukungan cepat dalam situasi darurat, sejalan dengan upaya peningkatan keselamatan dan respons kebencanaan nasional.
Melalui pemantauan ini, diharapkan koordinasi antarinstansi dapat semakin optimal dalam mengurai kepadatan serta memastikan keselamatan para pemudik selama perjalanan.
