Warga Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, digegerkan oleh aksi brutal seorang pria berinisial S (33) yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ). Pelaku mengamuk menggunakan parang, melukai enam orang, dan menyebabkan satu korban meninggal dunia pada Minggu (29/3) sore.

Peristiwa mencekam ini membuat sejumlah korban lain harus menjalani perawatan medis intensif. Polisi telah mengamankan pelaku dan kini tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden tersebut.

Kronologi Kejadian

Menurut saksi mata, Gunawan, insiden bermula saat pelaku S mengamuk di rumah orang tuanya untuk mencari gawai. S bahkan sempat mencekik ibu kandungnya, Suwarti, hingga pingsan di lantai.

Setelah kejadian itu, S yang terlihat linglung pergi menggunakan sepeda motor dan sempat berhenti di warung milik Gunawan untuk berutang bensin. Saat itu, Gunawan melihat sebilah parang di dalam bagasi motor pelaku.

“Saya sempat bertanya mau ke mana dan dijawab mencari pakan ternak, sehingga tidak curiga,” ujar Gunawan, Senin (30/3).

Tidak berselang lama, pelaku kembali ke rumah orang tuanya dan menyerang warga yang datang untuk menolong ibunya. Meski Gunawan berhasil menghindar, pelaku justru semakin membabi buta dan menyerang warga lain yang ia temui di jalan.

Aksi brutal S baru berhenti setelah warga berhasil meringkusnya di rumah salah satu warga bernama Karni. Pelaku kemudian diserahkan ke Polsek Kradenan untuk diproses lebih lanjut.

“Saya mendapatkan laporan dan langsung ke lokasi, selain berusaha menolong para korban bersama warga mengamankan pelaku,” ungkap Sekretaris Desa Sengonwetan, Hartono.

Penanganan Kasus dan Kondisi Korban

Kapolsek Kradenan, AKP Edy Sutarjo, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan intensif. Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa parang sepanjang 57 sentimeter dan pakaian korban.

“Kasus itu sedang kami selidiki, selain memeriksa sejumlah saksi, korban dan tersangka juga dimintakan keterangan ahli,” kata AKP Edy Sutarjo.

Akibat kejadian ini, satu korban bernama Abu dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, korban luka lainnya termasuk Nyami, Darsih, Karni, serta ayah kandung pelaku, Suroto, kini tengah menjalani perawatan intensif di Puskesmas dan RSUD dr. Soedjati Purwodadi.