Presiden Prabowo Subianto menggelar perombakan kabinet pada Senin (27/4) pukul 15.00 WIB di Istana Kepresidenan Jakarta, bertepatan dengan peningkatan kembali aktivitas kegempaan Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.
Sejumlah tokoh yang santer dikabarkan akan dilantik oleh Presiden Prabowo telah terlihat tiba di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, menandai dimulainya era baru dalam komposisi Kabinet Merah Putih.
Di sisi lain, situasi di Nusa Tenggara Timur kembali menjadi perhatian setelah aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki menunjukkan peningkatan signifikan. Status gunung api ini masih berada pada Level II Waspada.
Peningkatan Aktivitas Kegempaan Gunung Lewotobi Laki-laki
Laporan per 24 jam, terhitung sejak Minggu (26/4) pukul 00.00 hingga 24.00 WITA, menunjukkan kondisi cuaca berawan hingga hujan dengan angin lemah bergerak ke arah barat daya dan barat. Suhu udara tercatat berkisar antara 23.7 hingga 30.5°C.
Secara visual, gunung api tersebut terpantau jelas, meskipun terkadang tertutup kabut 0-III. Asap kawah utama berwarna putih teramati dengan intensitas sedang hingga tinggi, mencapai ketinggian sekitar 50 hingga 200 meter dari puncak.
Hingga saat ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat beberapa jenis gempa:
- Lima kali gempa Letusan atau Erupsi dengan amplitudo 2.2-8.8 milimeter dan durasi 156-348 detik.
- Tujuh kali gempa Hembusan dengan amplitudo 2.2-14.8 milimeter dan durasi 31-40 detik.
- Delapan kali Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 2.2-4.4 milimeter dan durasi 71-160 detik.
- Enam kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 2.9-10.5 milimeter dan durasi 19-30 detik.
- Dua kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 2.2-2.9 milimeter, S-P 1.5-1.7 detik, dan durasi 15-18 detik.
- Empat kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 2.2-47.3 milimeter, S-P 4.9-6.4 detik, dan durasi 23-48 detik.
- Lima kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 2.2-4.4 milimeter, S-P 11.2-35.3 detik, dan durasi 41-105 detik.
Meskipun tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada di Level II Waspada, masyarakat di sekitar gunung serta pengunjung atau wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi. Bagi masyarakat yang terdampak hujan abu, disarankan untuk menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan.
