Presiden Prabowo Subianto memastikan anggaran pendidikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tidak akan dipangkas untuk membiayai Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penegasan ini sekaligus membantah narasi yang beredar di media sosial mengenai pemotongan anggaran pendidikan demi program unggulan tersebut.

Narasi di media sosial yang membandingkan besaran gaji pekerja program MBG dengan guru honorer sempat memicu kekhawatiran publik. Perbandingan ini menimbulkan persepsi seolah pemerintah menggeser prioritas anggaran dari sektor pendidikan untuk menjalankan program MBG.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa kebijakan anggaran negara harus dilihat secara komprehensif. Menurutnya, pendidikan tetap menjadi prioritas utama pemerintah. Namun, pemerintah juga memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan dasar lain seperti kesehatan dan gizi masyarakat.

Senada dengan Mendikdasmen, Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Lalu Hadrian Irfani, menegaskan bahwa program MBG justru memperkuat sektor pendidikan. “Malah dana pendidikan bertambah karena adanya program MBG,” ujar Hadrian Irfani saat memberikan keterangan di Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Kementerian Sekretariat Negara juga menambahkan, fokus anggaran pendidikan tetap pada program-program strategis. Ini mencakup renovasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran di berbagai daerah di Indonesia.

Klasifikasi Anggaran MBG dalam Fungsi Pendidikan

Kesalahpahaman publik terkait anggaran MBG dinilai berakar dari klasifikasi pencatatannya. Anggaran program ini memang masuk dalam fungsi pendidikan secara administratif.

Para ahli kebijakan publik menjelaskan, klasifikasi tersebut bersifat administratif karena sasaran utama program adalah peserta didik di sekolah. Dengan demikian, anggaran inti seperti gaji guru, Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan berbagai bantuan pendidikan lainnya dipastikan tetap utuh. Dana tersebut tidak dialihkan untuk kebutuhan MBG.

Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan, MBG merupakan bagian integral dari strategi pembangunan sumber daya manusia (SDM). Program ini berjalan beriringan dengan sektor pendidikan, dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi siswa. Tujuannya agar mereka memiliki kesiapan fisik dan mental yang lebih baik dalam proses belajar.