PENAJAM PASER UTARA – Kepolisian Sektor (Polsek) Waru, Polres Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, berhasil mengamankan empat Anak Baru Gede (ABG) yang masih berstatus pelajar. Keempatnya diamankan setelah aksi mereka membuat konten pocong yang meresahkan warga Desa Api-Api, Kecamatan Waru, viral di media sosial.
Aksi “pocong jadi-jadian” tersebut dilaporkan meresahkan warga dan berhasil diungkap jajaran Polsek Waru pada Senin (4/5), kurang dari 24 jam setelah laporan diterima.
Mediasi Jadi Pendekatan Utama
Kapolres Penajam Paser Utara AKBP Andreas Alek Danantara, melalui Kapolsek Waru Iptu Lilik Sulistiya, menjelaskan bahwa karena keempat pelaku masih di bawah umur, Polsek Waru mengedepankan pendekatan problem solving melalui mediasi.
“Mediasi dilaksanakan pada Senin malam kemarin, di rumah Ketua RT 004 Desa Api-Api. Kegiatan tersebut dihadiri oleh personel Polsek Waru, Bhabinkamtibmas, perangkat RT, para pelaku, serta orangtua para ABG tersebut,” ujar Iptu Lilik Sulistiya pada Selasa (5/5).
Dalam pertemuan mediasi tersebut, keempat ABG itu mengakui perbuatan mereka dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas keresahan yang ditimbulkan. “Mereka pun berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa, namun siap menerima sanksi apabila di kemudian hari kembali melakukan pelanggaran,” tegas Kapolsek.
Kronologi dan Motif Prank Pocong
Berdasarkan pengakuan para pelaku, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (2/5) sekitar pukul 01.30 Wita di Jalan Provinsi Kilometer 37, RT 004 Desa Api-Api, Waru. Mereka menakuti pengguna jalan dan warga sekitar dengan wujud pocong di tengah jalan pada malam hari, lalu merekamnya menjadi konten yang kemudian viral.
“Aksi mereka itu kemudian divideokan jadi konten dan viral karena telah beredar luas di media sosial, sehingga menimbulkan keresahan masyarakat. Dan warga pun melaporkannya ke Polsek Waru,” ungkap Iptu Lilik Sulistiya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Polsek Waru segera melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi para pelaku yang merupakan anak di bawah umur. “Kami langsung respon laporan yang meresahkan warga itu, dengan melakukan penyelidikan hingga pelaku pun berhasil kami ungkap dan amankan kurang dari 24 jam. Ternyata aksi tersebut, dilakukan empat ABG dengan motif bercanda, namun berdampak pada keresahan masyarakat,” jelasnya.
Imbauan dan Apresiasi Masyarakat
Pihak kepolisian telah melakukan pendekatan humanis dan pembinaan, sehingga permasalahan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Para pelaku juga telah membuat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi.
“Kami menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum jelas kebenarannya. Dan juga diharapkan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitarnya,” pinta Iptu Lilik Sulistiya.
Langkah cepat dan responsif Polsek Waru mendapat apresiasi dari masyarakat. Seorang warga bernama Feri menyatakan, “Kami kini sudah tenang karena, situasi sebelumnya sempat menimbulkan ketakutan warga, tetapi kini berkat langkah responsif Polsek Waru kondisi kembali aman dan kondusif.”
