Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri kembali mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat terkait bahaya kejahatan digital yang mengintai di balik tren pencarian video viral. Kali ini, fenomena video “Ibu Tiri Kebun Sawit” yang marak dicari warganet menjadi sasaran empuk bagi para pelaku untuk melancarkan aksinya.

Peringatan ini muncul menyusul peningkatan signifikan kasus kejahatan siber yang memanfaatkan konten sensasional. Data awal tahun 2026 menunjukkan adanya lonjakan sekitar 20 persen dalam modus pencurian data melalui tautan palsu yang berkedok video viral.

Modus Operandi: Phishing dan Malware Mengintai

Para pelaku kejahatan siber memanfaatkan rasa penasaran publik terhadap video “Ibu Tiri Kebun Sawit” yang beredar luas di berbagai platform media sosial. Mereka menyebarkan tautan palsu yang seolah-olah mengarah ke video tersebut, namun sejatinya adalah jebakan.

Kombes Pol. Irwan Anwar, Kepala Subdirektorat I Dittipidsiber Bareskrim Polri, menjelaskan bahwa modus utama yang digunakan adalah dan penyebaran malware. “Masyarakat yang mengklik tautan tersebut berisiko tinggi menjadi korban phishing, di mana data pribadi mereka seperti kredensial akun media sosial, informasi perbankan, hingga data identitas lainnya dapat dicuri,” ujar Irwan pada Senin, 23 Maret 2026.

Tidak hanya itu, beberapa tautan juga disisipi malware yang secara otomatis terunduh ke perangkat korban. Malware ini dapat berfungsi sebagai spyware untuk memata-matai aktivitas pengguna, atau bahkan ransomware yang mengunci akses perangkat dan meminta tebusan.

Ancaman Pencurian Data dan Penipuan

Pencurian data pribadi menjadi ancaman serius karena dapat disalahgunakan untuk berbagai tindak kejahatan lanjutan, termasuk penipuan online, penyalahgunaan identitas, hingga pembobolan rekening bank. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah tergiur dengan konten viral yang sensasional, terutama jika harus mengklik tautan dari sumber yang tidak jelas,” tambah Irwan.

Selain pencurian data, beberapa korban juga melaporkan adanya penipuan berkedok hadiah atau survei yang muncul setelah mereka mengklik tautan video viral. Modus ini bertujuan untuk memancing korban agar memberikan informasi finansial atau melakukan transfer uang.

Tips Keamanan Digital dari Siber Polri

Untuk menghindari menjadi korban kejahatan siber, Dittipidsiber Polri memberikan beberapa tips penting:

  • Verifikasi Sumber: Selalu pastikan keaslian tautan dan sumber informasi sebelum mengkliknya. Hindari tautan dari akun tidak dikenal atau situs web yang mencurigakan.
  • Jangan Mudah Tergiur: Konten viral yang terlalu sensasional seringkali menjadi umpan. Berhati-hatilah terhadap judul yang provokatif.
  • Gunakan Perangkat Lunak Keamanan: Pasang dan perbarui antivirus atau aplikasi keamanan di perangkat Anda untuk mendeteksi dan memblokir ancaman malware.
  • Edukasi Digital: Tingkatkan literasi digital Anda dan keluarga. Pahami risiko-risiko yang ada di dunia maya.
  • Laporkan: Jika Anda menemukan tautan mencurigakan atau menjadi korban kejahatan siber, segera laporkan ke pihak berwajib atau platform terkait.

Peringatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan digital, terutama di tengah maraknya peredaran konten viral yang seringkali dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.