Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai peredaran tautan palsu yang mengatasnamakan video viral “ibu tiri di ladang sawit”. Modus kejahatan siber ini memanfaatkan rasa penasaran publik untuk menyebarkan malware atau melakukan upaya phishing, yang berpotensi mencuri data pribadi hingga merugikan finansial.
Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri pada Jumat, 20 Maret 2026, menegaskan bahwa fenomena video viral seringkali menjadi celah bagi para pelaku kejahatan siber. Tautan-tautan palsu tersebut biasanya disebarkan melalui platform media sosial dan aplikasi pesan instan, mengarahkan korban ke situs web berbahaya atau meminta pengunduhan aplikasi tidak resmi.
Modus Operandi dan Risiko yang Mengintai
Kombes Pol. Adi Pratama, Kepala Subdirektorat I Dittipidsiber Bareskrim Polri, menjelaskan bahwa modus operandi ini sangat berbahaya. “Masyarakat harus sangat berhati-hati. Modus penipuan ini memanfaatkan rasa penasaran publik terhadap konten viral. Sekali klik, data pribadi bisa dicuri atau perangkat terinfeksi,” ujarnya.
Para pelaku seringkali menyamarkan tautan berbahaya tersebut dengan judul yang provokatif atau thumbnail yang menarik, seolah-olah merupakan akses langsung ke video viral yang dimaksud. Namun, setelah diklik, korban akan diarahkan untuk mengunduh file APK (untuk pengguna Android) yang berisi malware, atau diminta memasukkan kredensial login ke situs palsu yang menyerupai platform media sosial atau perbankan.
Risiko yang dihadapi korban meliputi pencurian data pribadi seperti nama pengguna, kata sandi, nomor rekening bank, hingga informasi kartu kredit. Tidak hanya itu, perangkat yang terinfeksi malware juga dapat dikendalikan dari jarak jauh oleh pelaku, memungkinkan mereka untuk mengakses galeri foto, kontak, bahkan melakukan transaksi finansial tanpa sepengetahuan pemilik.
Langkah Pencegahan dari Polri
Untuk menghindari menjadi korban kejahatan siber ini, Polri mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi terhadap setiap tautan yang diterima, terutama jika berasal dari sumber yang tidak dikenal. Beberapa langkah pencegahan yang disarankan antara lain:
- Jangan Klik Tautan Mencurigakan: Hindari mengklik tautan yang tidak jelas sumbernya atau memiliki format URL yang aneh.
- Verifikasi Sumber Informasi: Pastikan informasi atau video viral yang ingin diakses berasal dari platform resmi atau media terpercaya.
- Gunakan Antivirus Terkini: Pasang dan perbarui perangkat lunak antivirus pada perangkat Anda secara berkala.
- Unduh Aplikasi dari Sumber Resmi: Selalu unduh aplikasi hanya dari toko aplikasi resmi seperti Google Play Store atau Apple App Store.
- Aktifkan Otentikasi Dua Faktor: Gunakan fitur otentikasi dua faktor (2FA) untuk akun-akun penting Anda guna menambah lapisan keamanan.
- Tingkatkan Kewaspadaan: Jangan mudah terprovokasi oleh judul atau deskripsi yang sensasional.
Polri terus memantau pergerakan kejahatan siber dan mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan atau menjadi korban penipuan daring. Kewaspadaan dan literasi digital menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks.
