Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengambil langkah strategis untuk memperkuat sektor pertanian nasional dengan memfasilitasi akses permodalan bagi petani. Melalui kerja sama dengan Bank BRI, fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) disalurkan kepada kelompok tani binaan di Bekasi dalam sebuah acara penanaman serentak pada 8 Maret 2026.

Dukungan finansial ini diharapkan dapat mengatasi hambatan permodalan yang selama ini kerap dihadapi petani. Dengan akses KUR, petani kini memiliki kemampuan untuk mengadopsi teknologi pertanian yang lebih maju, membeli bibit berkualitas unggul, serta menjaga keberlangsungan operasional lahan pertanian mereka. Penguatan modal di tingkat akar rumput ini dinilai sebagai motor penggerak utama dalam upaya meningkatkan produktivitas hasil panen secara merata di seluruh wilayah.

Langkah ini merupakan bagian integral dari visi Polri untuk membangun ekosistem pangan yang mandiri dan berkelanjutan. Selain memberikan pendampingan teknis dan jaminan keamanan, Polri juga menaruh perhatian besar pada aspek ekonomi petani. Tujuannya adalah agar para petani memiliki daya saing yang lebih kuat dan mampu menghadapi dinamika pasar pangan yang terus berubah.

Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., menegaskan komitmen tersebut. “Pada tahun 2026 ini, kami menjalin kerja sama dengan Bank Himbara untuk memberikan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada kelompok tani. Dengan begitu, hal ini dapat memutus mata rantai tengkulak dan memberikan modal langsung kepada petani,” ujar Komjen Dedi Prasetyo.

Sinergi antarlembaga ini menunjukkan komitmen kuat Polri sebagai mitra strategis pemerintah dalam memastikan pembangunan nasional berjalan secara inklusif. Dengan fondasi permodalan yang kuat melalui program KUR, petani diharapkan dapat terus berkontribusi secara signifikan dalam menjaga kedaulatan pangan nasional dan mewujudkan swasembada pangan.