Polresta Palu, Sulawesi Tengah, menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran, ketertiban, serta keselamatan berlalu lintas selama Operasi Keselamatan Tinombala 2026. Namun, upaya masif ini diiringi dengan lonjakan angka kecelakaan lalu lintas yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polresta Palu, AKP Atmaji Sugeng Wibowo, menjelaskan bahwa Operasi Keselamatan Tinombala mengedepankan pendekatan edukatif. “Kami fokus pada sosialisasi dan pembinaan agar masyarakat semakin sadar bahwa keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama, bukan semata urusan penindakan,” ujar AKP Atmaji di Palu, Kamis (12/2/2026).

Operasi ini berlangsung selama 14 hari, dimulai sejak 2 hingga 15 Februari 2026. Hingga hari ke-10 operasi, Polresta Palu telah melaksanakan 1.731 kegiatan sosialisasi. Angka ini menunjukkan peningkatan yang cukup besar dibandingkan periode yang sama pada Operasi Keselamatan Tinombala 2025 yang tercatat sebanyak 1.424 kegiatan.

Selain sosialisasi, petugas juga memberikan 3.384 teguran kepada pengguna jalan sepanjang tahun 2026, tanpa disertai penilangan. Jumlah teguran ini sedikit menurun dari 3.669 teguran pada periode yang sama tahun 2025, yang juga tidak melibatkan tindakan tilang.

Kegiatan pengaturan, penjagaan, dan patroli lalu lintas juga mengalami peningkatan. Dari 1.424 kegiatan pada tahun 2025, jumlahnya naik menjadi 1.462 kegiatan pada tahun 2026.

Meski aktivitas preventif dan edukatif ditingkatkan, Polresta Palu mencatat 11 angka kecelakaan lalu lintas pada tahun 2026. Angka ini melonjak drastis dibandingkan tahun 2025 yang hanya mencatat satu kejadian. Rincian korban kecelakaan pada tahun 2026 adalah tidak ada korban meninggal dunia, empat orang luka berat, dan 11 orang luka ringan, dengan total kerugian material sebesar Rp10,7 juta.

AKP Atmaji menegaskan bahwa peningkatan angka kecelakaan ini menjadi bahan evaluasi serius. “Lonjakan laka lantas ini menjadi perhatian serius. Ke depan, kami akan memperkuat edukasi, patroli, serta keterlibatan masyarakat agar angka kecelakaan dapat ditekan secara nyata,” pungkasnya.