Polresta Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, berhasil membekuk dua pelaku pencurian spesialis kotak amal masjid yang telah beraksi di 21 masjid di Kabupaten Mamuju. Kedua tersangka, SD (33) dan RD (24), ditangkap setelah meresahkan masyarakat dengan total kerugian mencapai Rp10 juta.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan di wilayah Kecamatan Malunda saat kedua pelaku hendak menuju ke Kabupaten Majene. “Kedua pelaku, yakni SD (33) dan RD (24), ditangkap di wilayah Kecamatan Malunda saat hendak menuju ke Kabupaten Majene,” kata Iptu Herman Basir pada Selasa (31/3).

Penangkapan ini bermula dari laporan sejumlah pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di Kota Mamuju yang resah akibat hilangnya kotak amal, terutama selama bulan Ramadhan. Tim Resmob Satuan Reskrim Polresta Mamuju segera melakukan penyelidikan intensif.

Dari hasil pemeriksaan, kedua pelaku mengakui telah melakukan aksi pencurian sebanyak 24 kali di 21 masjid yang tersebar di wilayah Mamuju. “Berdasarkan hasil pemeriksaan, kedua pelaku mengakui telah melakukan aksi pencurian sebanyak 24 kali di 21 masjid yang tersebar di wilayah Mamuju. Aksi tersebut dilakukan sejak sebelum dan selama Ramadhan hingga setelah hari raya Idul Fitri,” jelas Herman Basir.

Iptu Herman Basir menambahkan, uang hasil curian tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup pribadi para pelaku. “Kerugian akibat aksi pencurian kotak amal di 21 masjid itu jumlahnya hingga Rp10 juta, Uang hasil curian itu digunakan kedua pelaku untuk memenuhi kebutuhan pribadi,” ujarnya.

Menanggapi kasus ini, Kapolresta Mamuju Komisaris Besar Polisi Ferdyan Indra Fahmi menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir aksi kejahatan di wilayah hukumnya. “Jadi, setelah mendapatkan laporan dari para pengurus DKM, saya langsung memerintahkan segera diungkap pelakunya karena ini sangat meresahkan masyarakat. apalagi dana dalam kotak amal akan digunakan kegiatan masjid di bulan Ramadhan,” tegas Ferdyan.

Kapolresta juga mengimbau seluruh pengurus masjid dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta keamanan lingkungan guna mencegah tindak kejahatan serupa. Aksi pencurian yang dilakukan kedua pelaku sempat viral di media sosial, khususnya saat mereka beraksi di Masjid Riyadhus Shalihin, depan SMA Negeri 1 Mamuju.

Dalam rekaman pertama pada Jumat (27/3) sekitar pukul 14.36, kedua pelaku terlihat mendatangi Masjid Riyadhus Shalihin menggunakan sepeda motor. Namun, mereka pulang tanpa hasil karena diduga dua kotak amal dalam keadaan kosong.

Kemudian pada Sabtu (28/3) sekitar pukul 13.30 WITA, salah seorang pelaku kembali ke masjid tersebut dan langsung mematikan aliran listrik, sehingga aksinya tidak terekam kamera pengawas.