Wakil Menteri Luar Negeri Palestina, Omar Awadallah, mengungkapkan bahwa Israel menghalangi tugas komite nasional Palestina yang dibentuk untuk mengelola Jalur Gaza. Komite ini merupakan bagian dari rencana perdamaian yang diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Kepada RIA Novosti pada Senin (16/2), Awadallah secara tegas menyatakan, “Israel melarang anggota komite nasional pengelola Gaza masuk ke Jalur Gaza.” Menurut diplomat tersebut, keberadaan komite yang bertujuan untuk memastikan stabilitas, mengembalikan tugas-tugas pemerintah Palestina, serta menghentikan semua kejahatan terhadap rakyat Palestina, “tidak sesuai dengan kepentingan otoritas Israel saat ini”.

Rencana Perdamaian Trump dan Komite Gaza

Utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, pada pertengahan Januari lalu telah mengumumkan peluncuran fase kedua rencana perdamaian Gaza. Rencana ini mencakup penarikan pasukan Israel dari sejumlah besar wilayah di Gaza, pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional, serta pembentukan struktur pemerintahan baru, termasuk Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP).

Meskipun fase kedua rencana Trump telah diumumkan, laporan mengenai bentrokan antara Palestina dan Israel di wilayah tersebut masih terus terjadi. Hal ini menunjukkan tantangan besar dalam implementasi rencana perdamaian.

Isu mengenai persetujuan anggaran dan waktu dimulainya kegiatan komite akan menjadi agenda utama pertemuan pertama Dewan Perdamaian. Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung di Washington pada 19 Februari mendatang. Pemerintah AS telah mengirimkan undangan kepada sekitar 50 pemimpin negara untuk berpartisipasi dalam pertemuan ini, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin.