Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mendesak agar gerbang Masjid Al-Aqsa segera dibuka untuk memastikan hak umat Muslim Palestina dalam beribadah dan merayakan Idul Fitri. Seruan ini disampaikan Anwar di Kuala Lumpur pada Selasa, 17 Maret 2026, menyikapi penutupan situs suci tersebut oleh pasukan pendudukan Israel.

“Malaysia menyerukan agar gerbang Al-Aqsa segera dibuka secepatnya. Penutupan Al-Aqsa yang terus berlanjut tidak dapat dibenarkan dan merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional,” tegas Anwar dalam pernyataannya.

Anwar menyoroti bahwa saat umat Muslim di seluruh dunia bersiap menyambut Idul Fitri, pasukan Israel justru tetap menutup gerbang Masjid Al-Aqsa. Akibatnya, umat Muslim Palestina ditolak haknya untuk beribadah di situs suci ketiga dalam Islam tersebut, bahkan hingga hari-hari terakhir Ramadhan.

“Tindakan Israel tidak memiliki dasar yang sah, baik dalam hukum, moralitas, maupun dalam konsep martabat manusia yang tulus,” lanjut Perdana Menteri Malaysia tersebut.

Menurut Anwar, keberlanjutan penutupan gerbang Masjid Al-Aqsa mencerminkan tingkat impunitas yang semakin meningkat seiring waktu. Oleh karena itu, Malaysia menyerukan kepada setiap pihak yang memiliki pengaruh nyata untuk tidak hanya menyampaikan pernyataan, melainkan juga memberikan tekanan konkret guna memastikan pembukaan Masjid Al-Aqsa segera.

Dalam kondisi sulit ini, Anwar menyampaikan apresiasinya terhadap iman, kesabaran, dan keteguhan umat Muslim Palestina. Ia juga menegaskan komitmen rakyat Malaysia untuk terus bersuara dan bertindak semampunya demi memperjuangkan hak-hak Muslim Palestina.