PURBALINGGA, KOMPAS.com – Kepolisian Resor (Polres) Purbalingga mendirikan Posko Siaga Bencana di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, menyusul bencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut. Posko ini menjadi pusat penanganan dampak bencana, dilengkapi dengan dapur lapangan dan mobil penjernih air.

Mobil penjernih air merupakan bantuan dari Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah. Alat ini difungsikan untuk mengolah air kotor menjadi air bersih yang layak konsumsi, guna mengatasi krisis air bersih yang dialami masyarakat terdampak.

Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Purbalingga Komisaris Tri Arjo Irianto menjelaskan, dapur lapangan Polri telah beroperasi sejak hari pertama pendirian posko. “Kami menyediakan 500 porsi makanan yang akan didistribusikan untuk 350 orang pengungsi dan warga terdampak di Desa Kutabawa serta 150 personel yang bertugas di lokasi bencana,” ujarnya pada Kamis (29/1/2026).

Tri Arjo menambahkan, berdasarkan koordinasi dengan pemerintah daerah, dapur lapangan akan memasak dan mendistribusikan makanan tiga kali sehari. Distribusi makanan dilakukan oleh personel Kepolisian Sektor (Polsek) Karangreja. “Setelah makanan siap selanjutnya akan didistribusikan oleh personel dari Polsek Karangreja ke warga terdampak bencana di Desa Kutabawa,” ucapnya.

Selain kebutuhan pangan, warga juga dapat memanfaatkan air bersih hasil pengolahan mobil water treatment yang ditempatkan di posko. Air tersebut dipastikan layak konsumsi setelah melalui proses penyaringan ketat.

Aksi kemanusiaan lain juga dilakukan oleh Pleton Siaga Bhayangkara Polres Purbalingga di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet. Personel kepolisian membantu membersihkan rumah-rumah warga terdampak banjir bandang, mulai dari mengangkat puing, memindahkan barang rusak, hingga membersihkan lumpur.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Purbalingga Iptu Dwi Arto mengatakan, kegiatan pembersihan difokuskan pada rumah warga secara bertahap. “Ada sekitar 20 rumah warga terdampak banjir bandang yang mulai dilakukan pembersihan bertahap oleh Pleton Siaga Bhayangkara di Desa Sangkanayu,” ungkapnya.

Sementara itu, Tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polres Purbalingga juga memberikan layanan kesehatan langsung ke rumah-rumah warga terdampak di Dusun Gunung Malang, Desa Serang. “Pemeriksaan dilakukan dari rumah ke rumah agar lebih menjangkau warga yang belum sempat mendapatkan layanan kesehatan pascabencana,” kata Iptu Dwi Arto.

Ia menjelaskan, sedikitnya 15 warga yang belum sempat memeriksakan diri menjadi sasaran layanan kesehatan tersebut. Dari hasil pemeriksaan, sejumlah warga mengeluhkan demam, batuk, dan pilek. “Tim kemudian memberikan obat dan vitamin untuk membantu pemulihan,” jelasnya.

Polsek Rembang turut menyalurkan bantuan 35 kasur lantai untuk pengungsi di Kecamatan Mrebet dan Karangreja. Bantuan didistribusikan ke Posko Desa Sangkanayu dan Posko Desa Serang.

Kapolsek Rembang Iptu Warsono mengatakan, bantuan tersebut diberikan untuk meningkatkan kenyamanan pengungsi. “Sebanyak 35 kasur lantai kami distribusikan, masing-masing 12 di Posko Pengungsian Desa Sangkanayu dan 23 kasur lainnya di Posko Desa Serang,” tuturnya. Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu warga beristirahat lebih layak selama masa pengungsian.