KEPOLISIAN Resor (Polres) Pekalongan diselimuti duka mendalam setelah salah satu personel terbaiknya, Bripka Septian Eko Nugroho, meninggal dunia saat menjalankan tugas pengamanan arus mudik Lebaran 2026. Almarhum dinyatakan gugur di RSUD Kajen pada Minggu (22/3/2026) malam akibat gangguan jantung, sesaat setelah menyelesaikan tugas pengaturan lalu lintas dalam rangkaian Operasi Ketupat Candi di kawasan Alun-Alun Kajen.

Kepala Polres Pekalongan, AKBP Rahmad Yusuf, menjelaskan bahwa Bripka Septian sempat beristirahat sejenak di sekitar lokasi tugas sebelum tiba-tiba pingsan. “Usai melaksanakan tugas dan sempat beristirahat sejenak di sekitar lokasi, almarhum tiba-tiba mengalami pingsan,” kata Rahmad dalam keterangan tertulis, Selasa (24/3).

Upaya Penyelamatan Medis Tidak Berhasil

Rekan-rekan Bripka Septian segera membawa almarhum ke RSUD Kajen untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Setibanya di Instalasi Gawat Darurat (IGD), tim medis langsung melakukan pemeriksaan Elektrokardiogram (EKG) dan resusitasi jantung paru (RJP).

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan adanya gangguan irama jantung. Namun meski telah dilakukan penanganan maksimal, almarhum dinyatakan meninggal dunia di IGD RSUD Kajen,” ujar AKBP Rahmad Yusuf.

Didampingi Kasi Humas AKP Warsito, Kapolres Pekalongan menambahkan bahwa kematian Bripka Septian berkaitan dengan gangguan sistem kardiovaskular atau penyakit jantung. “Setiap pekerjaan diselesaikan sesuai dead line dan jarang mengeluh. Hasil diagnosa beliau mengalami kondisi fisik yang tidak fit tetapi dipaksakan untuk bekerja,” tambah Rahmad.

Sosok Loyal dan Pesan Kapolres

Di lingkungan Polres Pekalongan, almarhum Bripka Septian Eko Nugroho dikenal sebagai sosok yang supel, mudah bergaul, memiliki kinerja baik, serta loyalitas tinggi. Bripka Septian meninggalkan seorang istri bernama Dewi dan dua anak laki-laki yang masih bersekolah di kelas III dan IV SD.

Mengingat insiden ini, Polres Pekalongan menghimbau seluruh anggota untuk senantiasa memperhatikan kondisi fisik saat bertugas, terutama selama periode pengamanan arus mudik Lebaran yang padat dan membutuhkan stamina prima.